Yang Ramah Lingkungan,Memang Seharusnya Juga Ramah di Kantong..

go greenGembar-gembor tentang go green memang telah mendunia dan mencakup semua aspek,tak terkecuali dunia otomotif. Standart emisi yang di brlakukan pun makin ketat,hal ini mendorong pabrikan otomotif baik R2 atau pun R4 melakukan inovasi untuk mendukung upaya dan program pemerintah tersebut. Injeksinasi salah satunya.

mesin injeksi verzaTujuan dari mesin injeksi pada dasarnya menurut sepengetahuan mas sayur ada dua,yaitu menghasilkan pembakaran yang optimal dengan bahan bakar yang yang minimal,dalam artian umum, ngirit..Hal ini bisa di dapat dari peran sang Otak yang bernama ECU dan sensor yang lain yang menghasilkan campuran yang seimbang dan sempurnya sesuai dengan kebutuhan dan putaran mesin. *tolong di koreksi jika salah,mas sayur nggak pernah sekolah tentang hal itu    😳        Lalu yang kedua adalah menurunkan emisi gas buang,gampangannya orang ngomong itu ,polusi udaranya nggak kebangeten, walaupun polusi tetap ada. Namanya saja pembakaran pasti tetap menghasilkan polusi,tapi dengan sistem injeksi ini,polusi itu berusaha di tekan se kecil mungkin.

Baca Juga :  Ada Apa Dengan Supra GTR150 ?

mbok dheKaitannya dengan judul adalah,dalam konteks permotoran tanah air,pengguna motor pada umumnya adalah masyarakat kebanyakan di kelas menengah bahkan mungkin ke bawah     😉    Jadi sudah sepatutnya tekhnologi yang katanya ramah lingkungan itu harus bisa terjangkau oleh masyarakat kebanyakan yang jumlahnya sangat banak untuk mensukseskan program yang di gembar-gemborkan tadi.

Baca Juga :  Ini Dia Lokasi Bale Santai Honda 2017.
gambar nyomot dari warung mas YB
gambar nyomot dari warung mas YB

Oke..  mungkin hal itu sudah terbukti pada beberapa motor injeksi yang harganya memang ‘agak murah’ dan terjangkau dari pabrikan yang ada di indonesia,dengan mengesampingkan persaingan bisnis tentunya.*perang harga antar pabrikan.

Tapi sebenarnya yang menjadi inti tulisan ini,adakah yang tahu biaya pembuatan mesin injeksi dengan mesin konvensional..?  LEBIH MAHAL MANA BIAYANYA..?

Baca Juga :  Belum Setahun Aki sudah Soak :-(
Advertisements

19 tanggapan untuk “Yang Ramah Lingkungan,Memang Seharusnya Juga Ramah di Kantong..

  • Februari 5, 2013 pada 1:19 am
    Permalink

    tigo….. pun aman podium….manjat klapa manéh ah…. Hhhhoaaahhmmmm

    Balas
  • Februari 5, 2013 pada 7:23 am
    Permalink

    harusnya teknologi ijo (ramah lingkungan) plus bayarnya cukup pakai duit ijo (20rban) 😆

    Balas
  • Februari 5, 2013 pada 10:23 am
    Permalink

    seharusnya kendaraan ramah lingkungan mendapat keringanan pajak dari pemerintah, tapi harus yang benar2 ramah lingkungan dan irit (cc kecil, polusi minim).

    Balas
  • Februari 5, 2013 pada 12:00 pm
    Permalink

    Sekarang kayaknya udah bisa komentar pak di blog saya, galat terjadi karena pake plugin anti spam pak! 🙂

    Sedang investigasi kasus sama, blog saya kemarin gak pake anti spam! komentar spam (Robot Gedek) udah mulai menjamur di blog saya…

    mungkin nanti malam saya dan temen (Bisa IT) mau rombak server Softlayer-USA dulu pak. Biar komentar dari robot gedek lagi… maklum kalo ada masalah aka turun mesin di blog saya, harus bongkar mesin sendiri (server sudah cerai sama wordpress[dot]com).

    Balas
  • Februari 5, 2013 pada 12:02 pm
    Permalink

    harusnya kalo sama2 diproduksi masal dalam jumlah yg sama pula maka motor dg teknologi karburator yg lebih murah karena part terkait tidak terlalu banyak
    cuma untuk mendapatkan lisensi euro3 agak susah (bukan tidak mungkin lho) karena set up karburator tidak bisa selamanya tetap ,dalam hal ini pemilik dan bengkel di tuntut agar emisinya selalu terkontrol dg melakukan emision check-up secara rutin dan hal ini lah yg membuat cost tambahan
    beda dg injeksi (apalagi yg closed loop) yg emisinya terus terkontrol sepanjang waktu dan minim biaya perawatan,hal ini dikarenakan sistem ini terdiri dari banyak part2 terkait dan sebuah hal yg sangat jarang ditemukan yakni semua partnya rusak bersamaan oleh karena itu perawatan jadi lebih murah

    Balas
    • Februari 5, 2013 pada 12:08 pm
      Permalink

      ya..set up karbu memang beda tiap tangan.. terkadang orang yang sama pun nggak bisa ‘nyetel’ karbu sama persis dengan kondisi sebelum di bongkar.. memang injeksi di tujukan untuk mempermudah perawatan juga..

      Balas
  • Februari 8, 2013 pada 11:53 am
    Permalink

    ya smoga artikelnya mas kangkunk ini didenger ama pabrikan biar harganya mkin murah e he he ngarep.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: