Sedikit Mengenal Kebiasaan Orang Pribumi Papua : Makan Pinang

sirih pinangKalau di Pulau Jawa biasa di sebut nginang.,dan identik dengan nenek-nenek yang sudah lanjut usia.,bedanya biasanya di jawa ada tambahan ‘menu’ nya yaitu tembakau yang di bulatkan dan di gosok-gosokkan ke gigi dan biasa di sebut susur. Tapi di Papua tidak hanya di lakukan dan di suka oleh para kaum tua,para generasi muda pun baik laki-laki atau pun ceweknya masih ada yang memelihra tradisi tersebut.Dan jika anda melihatnya secara langsung maka anda akan melihat mereka sangat menikmati ‘cemilan’ tersebut layaknya makan permen.

mama-mama penjual pinangTak heran jika di pinggir-pinggir jalan banyak di temui para penjual pinang seperti gambar di atas,bahkan di emperan toko ataupun di depan pusat perbelanjaan pun tak akan susah mendapatkan orang berjualan pinang.

Baca Juga :  Info Harga Honda CBR250RR di Jayapura Agustus 2017,Livery Repsol Tembus 79 juta.
gambar dari siskanurifah.wp.com
gambar dari siskanurifah.wp.com

Berdasarkan penuturan orang-orang tua,orang yang biasa makan pinang ini akan mendapatkan manfaat kesehatan gigi yang kuat,dan tak pernah sakit gigi.Mengenai zat apa yang terkandung dalam pinang ini,saya sendiri kurang begitu paham..silahkan tanya sama yang ahlinya.Artikel ini hanya bertujuan mengenalkan apa yang ada dalam judul.

IGP1201Tak heran pula ketika sedang berjalan di jalan raya terkadang kita masih menemui orang yang membuang lidah pinang yang berwarna merah darah itu di jalan,parahnya terkadang masih ada satu dua orang yang sambil naik motorpun membuang ludah pinangnya ke jalan. Sampai sampai di setiap perkantoran atau pertokoan terkadang pengelola menaruh papan peringatan yang intinya menghimbau agar tidak membuang ludah pinang di sembarang tempat.

Baca Juga :  Masih Sering "Belok Kiri Langsung.?" Baca dulu Yang ini

Jika anda berkesempatan berkunjung ke Papua,maka anda akan membuktikannya sendiri..

Advertisements

24 tanggapan untuk “Sedikit Mengenal Kebiasaan Orang Pribumi Papua : Makan Pinang

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: