Akankah Motor itu Habis manis sepah di buang..?

Yaahh…motor memang merupakan sarana penunjang kegiatan kita sehari hari,ada juga yang memiliki motor sebagai sarana pelengkap saja,karena kegiatan sehari harinya tak memerlukan motor,tapi tetap saja akhirnya kembali ke kebutuhan..       😀    

Motor baru sangat menyenangkan,baik punya sendiri ataupun pinjam   :mrgreen:       ,ketika baru dari dealer, dalam jangka waktu beberapa bulan pasatilah itu motor mendapatkan perlakuan istimewa,sering di lap..,di cuci,di modif sesuai selera dimasukin kamar dan sebagainya..

Baca Juga :  Moto gp Le Mans 2015,Lorenzo Juara [lagi]

Namun bagi yang kurang beruntung, tak bisa membeli motor baru dan motor yang di milikinya sudah berumur lebih dari 10 tahun,maka ada yang ,memperlakukan motornya dengan ala kadarnya,nggak pernah di cuci,di lap jarang jarang, bahkan pajaknya pun kadang nggak di bayar sampai bertahun tahun.  Ini fakta di masyarakat kita terutama yang tinggal di daerah pinggiran dan pedesaan.Bagi sampeyan yang tinggal di kota besar mungkin jarang menemui hal ini.

Baca Juga :  Ingin Ikuti Jejak Sang Ayah,Rossi Berniat Beralih ke Balapan Roda Empat Jika Nanti Pensiun dari Moto GP

Walaupun tidak sedikit juga para pecinta motor tua yang menyayangi motornya,lebih dari menyayangi dirinya,coba bayangkan,pagi hari sebelum beraktifitas si rider belum mandi,motor itu sudah di lap, di semprot biar kinclong…     😀     .

Kembali ke motor tua diatas,kadang kendala suku cadang membuat pemilik enggan memperbaikinya,apalagi tipe motor tua yang terbilang langka.,Nyari spare partnya susah…,mahal lagi.. Hal itulah salah satu alasan yang menyebabkan motor akhirnya menjadi se onnggok besi tua…

Baca Juga :  Nggak Di Belikan Motor,Malas Sekolah, Apalagi ini..???

  picture : google

Advertisements

7 tanggapan untuk “Akankah Motor itu Habis manis sepah di buang..?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: