Pengalaman Ban Pecah Tiba-Tiba,Serem… Nyali Ciut,Bro..

 

pict : bennythegreat.wp.com & orongOrong.com

Ini adalah pengalaman pribadi admin yang tergolong pengalaman paling seram,lebih seram dibanding membaca artikel horor made in “lelembut pantura” alias mbah Yudi batang πŸ˜‚. Siapapun anda tentu tak pernah menginginkan sebuah kejadian tak terduga berupa ban kendaraan yang kita tumpangi tiba-tiba pecah dan meletus tanpa ada peringatan sebelumnya,pada saat melaju di jalan raya,tentu hal itu akan menjadi mimpi buruk yang bisa berakibat fatal.Dan kejadian ini benar-benar admin alami.Kejadian tersebut sudah agak lama,terjadi pada 17 Desember 2017 saat admin sedang berkendara di Jalan poros Jayapura-Sentani,menuju Sirkuit Ariyau Sentani guna menghadiri undangan dari Tim Promosi dan Marketing Astra Motor Papua dalam acara Launching Honda CRF150L di Sirkuit tersebut.

Admin berangkat dari Abepura mengendarai Honda Vario 125,berboncengan dengan nyaik dan memboncengkan si kecil yang masih kelas 2 SD dan selalu mau ikut kemanapun Bapaknya bepergian.

Dengan kecepatan sedang,antara 50-70 km/jam,perjalanan menuju sentani diperkirakan akan memakan waktu sekitar 30-40 menit.

Semua berjalan normal,tak ada yang aneh dengan Honda Vario 125 warna hitam yang admin kendarai sepanjang perjalanan.

Jalanan yang halus mulus,dan berkelok di sepanjang pinggiran Danau Sentani, sedikit menggoda admin untuk melaju lebih cepat dan sedikit miring-miring di tikungan, tapi omelan nyaik dari jok boncenger membatalkan niat tersebut. πŸ˜‚

Memasuki kampung Harapan Distrik Sentani Timur,di jalanan yang [masih] mulus dan rata,admin masih melaju di kecepatan sedang,antara 60-70 km/jam.

Dan disitulah kejadian horor itu terjadi.

Tanpa diduga,tiba-tiba terdengar suara keras “juessss…!!!!” , yang langsung diikuti oleh limbungnya Honda Vario 125 yang admin kendarai. Dalam sepersekian detik,admin menyadari bahwa ban belakang Honda Vario yang admin kendarai meletus. Reflek yang admin lakukan adalah mengikuti kearah mana motor ini limbung dan bergerak,tanpa melawan dan atau mengerem mendadak. Karena admin menyadari sepenuhnya,melawan arah limbung dan mengerem mendadak akan membuat motor terjatuh dan membuat segalanya lebih parah.

Baca Juga :  MenguakManisnya Bisnis Pengiriman Motor ke Pedalaman Papua

Setelah kecepatan motor yang limbung bisa dikendalikan,admin segera mengarahkan stang kemudi ke arah kiri.

FYI, jalan yang dilalui adalah jalan satu arah. Dan UNTUNGNYA, (inilah kelebihan kita orang Indonesia, meskipun hampir celaka tapi masih selalu ada UNTUNGNYA 😊) , pada saat kejadian tersebut,lalu lintas sedang sepi,tak ada satupun kendaraan yang melintas.

Dan UNTUNGNYA lagi, 2 boncenger yakni nyaik dan si kecil sama sekali tidak panik,mereka berpengangan erat dan seolah memberikan kepercayaan penuh pada admin untuk mengarahkan stang kemudi keluar dari situasi yang benar-benar horor ini.

Dari sini admin menyadari,jika Allah Subhanallahu Wa Ta’ala masih memberikan kesempatan kepada admin sekeluarga untuk bisa selamat,sehat wal ‘afiat dan meneruskan kehidupan di dunia ini.

Alhamdulillah..  ☺

Dan itulah detik-detik paling menegangkan yang pernah admin alami sepanjang berpetualang dan berkendara diatas motor sampai detik ini,benar-benar horor dan membuat nyali ciut,bro….Β   😊

Namun Alhamdulillah…,berkat pertolongan Allah yang Maha Kuasa,admin diberikan ketenangan dalam bertindak dan tetap fokus,sehingga bisa keluar dari situasi yang menegangkan tersebut dalam kondisi selamat dan sehat wal ‘afiat.

Baca Juga :  "Mbleyer" gas itu menyenangkan atau...

Sekali lagi,admin ingin mengucapkan Alhamdulillah ( segala puji bagi Allah).

FYI, ban belakang Honda Vario 125 yang admin kendarai awalnya adalah ban tubeless, namun karena sudah terlalu sering kena paku dan bocor,sehingga sudah tak memungkinkan lagi ditambal,maka beberapa hari sebelum kejadian ini terjadi,admin berinisiatif menjejalinya dengan ban dalam.

Dan ternyata,hal itu malah berbuntut petaka,ketika ban terkena paku,maka ban langsung kempes mendadak,tidak seperti ban tubeless yang walau kena paku tak akan kempes dengan syarat paku yang menancap belum dicabut.

Lalu bagaimana cerita selanjutnya ?

Ban pecah di jalan sepi,jauh dari bengkel dan pemukiman adalah sebuah situasi yang sangat tidak menguntungkan.

Inisiatif yang admin ambil adalah segera menghubungi orang-orang di tempat yang akan dituju,memberitahukan jika sedang mengalami musibah tak terduga dan dipastikan akan datang terlambat ke tempat acara.

Respon luar biasa ditunjukkan oleh tim HC3 Astra Motor Papua yang merupakan panitia di acara yang akan admin hadiri. Secara spontan mereka menyatakan akan menjemput admin di TKP dengan membawa kendaraan towing.

Alhamdulillah…. (lagi).☺

Akhirnya, mereka datang ke TKP membawa mobil Pick Up, si Vario ditowing ke tempat acara bersama admin sekeluarga, dan ditempat acara,admin bisa datang tepat waktu dan melakukan liputan acara launching Honda CRF150L yang dibarengi dengan Enduro Race.

 

Sementara itu,si Vario 125 yang bannya pecah segera diurus oleh tim mekanik dari AHASS ASTRA MOTOR SENTANI atas koordinasi dari tim HC3 ASTRA MOTOR PAPUA. 😊

Baca Juga :  Skuter Matik Made in China ini Kuat Banget,ya..?

By the way, Honda Vario 125 yang pecah ban ini adalah “asisten” admin untuk menjalani hari-hari berbelanja di pasar tradisional Youtefa Abepura Jayapura.

Vario 125 ini adalah motor matic pekerja 😊

Ini salah satu penampakannya..

 

 

Advertisements

5 tanggapan untuk “Pengalaman Ban Pecah Tiba-Tiba,Serem… Nyali Ciut,Bro..

  • Januari 7, 2018 pada 5:39 pm
    Permalink

    Alhamdulillaah Mas Sayur sekeluarga selamat berkat lindungan Allah. In syaa Allah berkah dari berdoa.

    Btw ini alasan saya untuk mengganti kedua ban asli Vario 125 punya istri (tube type) dgn Michelin Tubeless, sesaat setelah beli motornya. Ban aslinya saya kasih saudara yg kebetulan ban matiknya udah botak. Karena ban tubeless lebih aman walaupun ride nya jadi lebih keras.

    Motor sport saya (aslinya velg jari2 dan ban tube type) juga saya ganti velg casting dan ban Battlax Tubeless, krn dulu pernah mau berangkat kerja tiba2 kempes dekat rumah, mana dorong nanjak waktu balik ke rumah.

    Balas
    • Januari 7, 2018 pada 7:53 pm
      Permalink

      Alhamdulillah mbah…

      Memang lebih aman dan nyaman ban tubeless,mbah..

      Balas
  • Januari 7, 2018 pada 8:56 pm
    Permalink

    Alhamdulillaah Allah masih memberi keselamatan pada Mas Sayur sekeluarga.

    Seperti dikatakan di atas, ban tubeless memang secara statistik lebih aman daripada ban tube type.

    Itu sebabnya Vario 125 istri saya, begitu beli langsung saya ganti bannya pake Michelin tubeless yg ukurannya saya naikkan 1 tingkat. Cuma istri ngeluh krn ridingnya jadi lebih keras (ditambah joknya yg memang aslinya keras).

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: