Review Harian Suzuki GSX-S150,Mantep Tenan.. ??

Apa kabar sobat biker ?

Semoga senantiasa sehat wal ‘afiat dan senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga mendapatkan keselamatan dalam setiap perjalanan sampai di tempat tujuan.

Aamiin..

Menyambung tulisan sebelumnya tentang Suzuki GSX-S150 yang merupakan unit pinjaman dari PT.Papua Modern Motor cabang Tanah Hitam Abepura (Suzuki Tanah Hitam),kali ini akan bercerita kepada sobat pembaca yang budiman tentang kesan-kesan yang admin dapatkan dari menggunakan Suzuki GSX-S150 selama 3 hari.

 

Baiklah…kita mulai saja …

 

ERGONOMI

Dalam tulisan-tulisan sebelumnya tentang Suzuki GSX-S150,admin sering menuliskan jika Suzuki GSX-S150 sangat bersahabat dengan “pinggang tua ” ?

Artinya apa ? Riding positionnya pas… Tegak dan santai,hal ini di dapat dari kombinasi posisi jok,stang kemudi dan pijakan kaki pengendara yang seimbang.

Tiga hal inilah yang berpengaruh besar dan bertanggungjawab terhadap kenyamanan posisi berkendara.

 

HANDLING

Sesuai dengan dimensinya yang terlihat mungil dan tak sepanjang motor sport naked sekelas dari kompetitor,menjadikan Suzuki GSX-S150 lebih mudah di ajak bermanuver.

Ringan dan lincah diajak meliuk-liuk di kemacetan jalan yang ramai sekalipun.

Baca Juga :  Selamat Datang, Suzuki GSX-S150.

 

 

Melintas dan melibas medan jalan non aspal yang berbatu juga bukan masalah.

Suzuki GSX-S150 tetap lincah dan mampu mengatasinya.

 

Apalagi di jalanan aspal yang mulus,mencoba cornering dengan Suzuki GSX-S150 terasa sangat ringan dan nurut banget.

 

Posisi Boncenger.

Inilah yang agak sedikit mengganjal di hati, desain fisik Suzuki GSX-S150 yang mempunyai butiran nungging dan tinggi membuat posisi boncenger terlihat ganjil agak aneh dan kurang enak di lihat.

Kita maklumi saja,karena pada dasarnya bentuk buritan  ini mengikuti  desain GSX-R150 yang sebenarnya mungkin tidak di desain untuk berboncengan.

Satu lagi..,busa joknya kurang lembut.?

 

 

KONSUMSI BAHAN BAKAR.

Untuk mengukur konsumsi BBM sangatlah mudah, Suzuki GSX-S150 mempunyai speedometer digital yang sudah di lengkapi dengan fitur pengukur konsumsi BBM.

Baca Juga :  Pagi Yang Penuh Harapan (Edisi Narsis Ala 'mas sayur') :D

Tinggal pencet tombol kiri,maka akan tampil info tentang odometer,pencet lagi yang tampil adalah trip meter,tekan sekali lagi maka akan tampil info konsumsi bahan bakarnya.

Tapi jangan lupa,sebelumnya harus di reset dulu trip meter dan konsumsi BBM nya.

Dan dari perjalanan yang admin lakukan,perjalanannya adalah dari Abepura Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara di SKOW – Wutung Papua New Guenea plus jalan-jalan ke tempat lain,jarak yang di tempuh adalah sejauh 154,6 km dengan konsumsi bahan bakar 32,6 km/liter.?

Rupanya…,gaya berkendara admin agak sedikit “kasar”, sehinggga jadi agak boros bensin ?

Tapi faktor lain seperti medan jalan yang banyak tanjakan tentu juga mempengaruhi konsumsi bahan bakarnya.

Satu lagi yang menjadi catatan…

Baca Juga :  Merasakan Sensasi “Total Control” Honda CBR250RR Dalam Track Day Bersama Astra Motor Papua.

Karakter mesin Overbore yang cenderung “main di putaran” atas,membuat mesin GSX-S150 ini terasa jadi “agak lembek ” ketika akselerasi setelah down shifting di tanjakan.?

Pembandingnya apa ?

Admin mempunyai tunggangan sport 150 cc bermesin tipe near square, dan dari rasa yang di dapat ,near square lebih enteng melahap tanjakan di banding overbore.

Tapi secara keseluruhan,handling Suzuki GSX-S150 mantep tenan, cak…

???

 

Top speed gimana ?

Sudahlah….nggak usah tanya tentang hal itu….

Admin sudah “tua”…. Takut ngebut…

??

Terlalu berbahaya…Jalan raya bukanlah tempat untuk kebut-kebutan…

Cari aman saja….??

Salam dari Jayapura.??

 

 

 

 

 

 

Advertisements

13 tanggapan untuk “Review Harian Suzuki GSX-S150,Mantep Tenan.. ??

  • Mei 16, 2017 pada 6:24 pm
    Permalink

    Udah lama nggak main ke Jayapura, eh ke blog ini ding.
    Persenelingnya gimana?
    Dulu pernah pake Suzuki bebek 110cc, persenelingnya paling enak dibanding bebek2 lain yg pernah pake (J, H, Y).
    Mau ambil motor ini gak, Mas?

    Balas
    • Mei 16, 2017 pada 7:20 pm
      Permalink

      Persnelingnya lumayan mbah…tapi tak seempuk new CB150…

      Soal ambil sich ada keinginan,tapi blm sekarang,mbah…

      Makasih kunjungannya,mbah Eko…
      Barakallah..,semoga sehat selalu.. 🙂

      Balas
      • Mei 18, 2017 pada 6:30 am
        Permalink

        Matur nuwun doanya.

        Alhamdulillaah masih sehat.
        Dan masih biker, hehehe.
        Barusan di umur 66 ini naik Scorpio tuaku Cepu-Surabaya p.p, total 334 km.
        Kombinasi rider tua dan motor tua, hehehe.

        Balas
  • Mei 16, 2017 pada 7:20 pm
    Permalink

    Bang mau tanya, di ulasan ergonomi itu, kalau boleh tau tingginya berapa ya bang? Saya 164cm kayaknya bakal jinjit balet naik GSX-S.
    Trims..

    Balas
    • Mei 17, 2017 pada 2:50 am
      Permalink

      Saya tinggi 165,bro…
      Kalau sampeyan 164 berarti ya nggak jauh beda dg saya… aman… nggak terlalu njinjit..

      Balas
      • Mei 17, 2017 pada 12:17 pm
        Permalink

        Makasih bang infonya. Kemarin coba telp dealer tapi unit R belum ada, kalau sudah ada mau coba naik type S dan R dulu. Sebelumnya sempat coba naik new R15 dan Xabre di dealer tapi jinjit banget. Kalau tidak salah GSX dimensinya lebih kecil, semoga cocok untuk postur saya.

        Balas
  • Mei 17, 2017 pada 9:14 am
    Permalink

    Kalo buat ngebut dah pada tau lah… ngerinya ne motor
    kalo soal rangka, kuat ga mas sayur .. buat angkat beban yg ga motorsiawi…

    Balas
    • Mei 17, 2017 pada 12:08 pm
      Permalink

      Rangka sich kuat,tapi posisi terlalu Nungging, nggak Bisa Buat kuda beban… Lagian nggak ada behel belakangnya yg Bisa berfungsi sebagai landasan gerobak sekaligus tempat mengikat gerobak..
      Kesimpulannya,ini nggak Bisa di pakai jualan sayur… ?

      Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: