Hey Bro…,Kapan Pertama kali Anda Minta Motor..?

touring bromo aripKenyataan di masyarakat ketika seorang anak meminta motor untuk pertama kalinya memang sudah merupakan sebuah fenomena yang tak bisa di hindari. Apalagi berkaitan dengan aktifitas sang anak yang harus bersekolah jauh dari rumah MISALNYA,dan fenomena itu menciptakan berbaga macam cerita sesuai dengan kondisi keluarga yang berkaitan dengan perekonomian tentunya. Bagi seorang anak yang hidup dalam sebuah keluarga yang perekonomian orang tuanya berkecukupan,tentu hal itu bukanlah suatu masalah besar,tinggal bagaimana si orang tua menyikapinya,apakah sudah benar sang anak layak dan mampu membawa kendaraan sendiri,,? Jangan sampai terjadi hal-hal yang tak di inginkan setelahnya.

.

Lain lagi cerita di keluarga yang kondisi perekonomiannya di bawah standart,***maaf…,bukannya deskriminatif…  Mas Sayur hanya bercerita fakta yang ada di masyarakat,jangan ada yang tersinggng ya,kawan..    😉     Sebagai gambaran ,sebuah keluarga yang masih harus mencari apa yang akan menjadi kebutuhan hari ini,ketika sang anak yang beranjak ABG dan mulai bergaul denganteman-temannya yang berasal dari berbagai kalangan,dan kebetulan teman-temannya rata-rata memiliki motor sendiri,tentu saja secara manusiawi sang anak akan punya keinginan di belikan motor sendiri oleh orang tuanya.

Baca Juga :  Terima Kasih Do'anya,Brother semua...

,

Nah…di titik inilah,sifat dan watak sang anak itu sendiri yang menentukan. Maksudnya..,jika sang anak mengerti dengan kondisi keluarganya,maka ia tak akan menekan kepada kedua orang tuanya dan akan berusaha sendiri semampunya agar ia bisa mendapatkan apa yang ia cita-cita kan.

aripSebagai contoh adalah gambar di atas,keinginannya yang besar untuk memiliki sebuah motor 150 cc dari Yamaha sangatlah besar,namun dia terbentur dengan masalah seperti yang di gambarkan di atas.,Padahal ia saat itu sedang kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta. Apa yang dia lakukan..? Dia tidak meminta kepada orang tuanya, Dia rela cuti kuliah selama dua tahun. Awal dia cuti,dia pergi ke tempat Mas Sayur di Jayapura. Di sana dia belajar bagaimana cara mencari uang sendiri tanpa bergantung pada orang tuanya. Sebuah tekad yang bulat untuk ukuran usianya yang baru kuliah 2 tahun. Dengan telaten Mas Sayur memberikan training selama hampir satu bulan,setelah di rasa mampu,maka Mas sayur memberinya kuasa penuh dalam usaha itu,karena waktu itu Mas sayur harus pulang kampung ke Jawa Timur selama dua bulan.

Baca Juga :  Ngluyur ke Tanjung Papuma,Ketemu rekan Blogger,Sekalian ngetes Yamaha X-Ride

,

Setelah Mas Sayur kembali ke Jayapura,maka alternatifnya adalah dia harus mandiri,dan dia menentukan pilihannya sendiri untuk mandiri di kota MANOKWARI Papua Barat. Hasilnya..?  Hanya selama satu tahun dia sudah pulang kembali ke Jawa dan meneruskan kuliahnya lagi dengan biaya sendiri dan yang paling membuat dia bahagia adalah dia berhasil meminang motor impiannya.

.

Cerita ini Mas Sayur angkat ke permukaan karena seringnya kita dengar berita tentang adanya anak-anak yang sampai NEKAD BUNUH DIRI karena tidak di belikan motor,atau ada yang mengancam tidak mau bersekolah hanya karena tidak di berikan motor oleh orang tuanya. Tragis sekali      👿

.

Semoga menginspirasi *** Ini kisah nyata,karena model yang di gambarkan adalah orang dekat Mas sayur sendiri.

,

Dan sebagai penutup,sesuai dengan judul di atas,kapan pertama kali anda meminta motor kepada orang tua,atau punya cerita lain tentang perjuangan sampeyan meminang motor impian..? atau malah anda punya cerita lebih simpel lagi,karena nggak perlu meminta ,tapi sudah di siapkan oleh orang tua..?  Silahkan di bagi ceritanya di kolom komentar…

Baca Juga :  Koq Pabrikan Jepang Nggak Produksi Motor roda 3, Ya..???
Advertisements

118 tanggapan untuk “Hey Bro…,Kapan Pertama kali Anda Minta Motor..?

  • September 11, 2013 pada 9:06 am
    Permalink

    gak tau minta, nggur ditukokke tok. itu juga g nggo aq dewe mas, nggo wong sak omah 😀

    Balas
    • September 11, 2013 pada 9:25 am
      Permalink

      woh..tornado ..2 tak 110 cc semok dari Suzuki…
      josss…kuwi…

      Balas
        • September 11, 2013 pada 9:40 am
          Permalink

          enak di oprek tuch…mas Ari..
          tapi kalau salah settingan oprekannya…,borosnya ngalahin mobil carry :mrgreen:
          nggarai ra kuat tuku kathok :mrgreen:

          Balas
    • September 11, 2013 pada 1:04 pm
      Permalink

      awas dedengkot penunggang tornado muncul lho 😀
      #colek roy ( x-road trellis wanabee) 😀

      Balas
  • September 11, 2013 pada 9:28 am
    Permalink

    pas minta jaman SMU, minta pinjem pake aja xixixixixi soalnya cuma boleh minjem dan bertugas anter ibu kerja. selebihnya NEBENG Motor atau Mobil temen…. tapi pas beres kuliah ga minta malah dibelikan yang rodanya 4+1….xixixixixi

    Balas
    • September 11, 2013 pada 9:36 am
      Permalink

      wkwkwk yg roda 4 + 1…? satunya cadangan… 🙂

      Balas
      • September 11, 2013 pada 9:37 am
        Permalink

        betul kang, la kalo semuanya dipake bentuknya gimana coba hahahahahaha

        Balas
        • September 11, 2013 pada 9:45 am
          Permalink

          wkwkwk kayak mobil mobilan …roda ke lima di tengah untuk berbelok… * mobil batere jaman aku cilik 😉

          Balas
          • September 11, 2013 pada 9:46 am
            Permalink

            woh itu 6 aslinya mas…. hahahahaha soalnya roda yang tengah mobilnya ada 2 juga hahahahahaha

  • September 11, 2013 pada 9:31 am
    Permalink

    belum pernah minta kang, hanya minta dibeliin sepeda, itupun waktu smp, sma juga naik sepeda. setelah kerja beli sendiri.

    Balas
  • September 11, 2013 pada 9:51 am
    Permalink

    ane nggak pernah minta..sampe kuliah pun masi jalan kaki…setelah kerja baru beli sendiri…qiqiqiq… 🙂

    Balas
    • September 11, 2013 pada 12:31 pm
      Permalink

      kampusnya dekat berarti,atau memang kost yg dekat kampus..?

      Balas
      • September 11, 2013 pada 1:04 pm
        Permalink

        Jauh mas…dari kost masi 1,5an kilomter..qiqiqi

        Balas
          • September 11, 2013 pada 1:08 pm
            Permalink

            Wakak..udah biasa mas…sejak smp ya jalan jauh ke skolah… 🙂

          • September 11, 2013 pada 2:11 pm
            Permalink

            wah…kulino… 🙂 *bukan KULIne ciNO lho ya.. :mrgreen:

          • September 11, 2013 pada 4:00 pm
            Permalink

            wakakak..isoooo ae :mrgreen:

  • September 11, 2013 pada 10:07 am
    Permalink

    isin mas nek duwe motor hasil nodong wong tuwo…tp klo dibeliin tnp minta sih mau2 aj,.wkwwkwk

    Balas
  • September 11, 2013 pada 10:21 am
    Permalink

    Aku dibelikan motor pas 17th, so sampai sekarang kalau majeki motor tepat pas hari ultahku,heheheheee 😆 😆

    Balas
  • September 11, 2013 pada 10:33 am
    Permalink

    gak pernah minta ‘n gak pernah dibeliin juga 😆
    baru punya motor ya setelah kerja, walopun tetep urunan dgn kakak

    Balas
      • September 12, 2013 pada 9:07 am
        Permalink

        iye mas, adek satu2nya 😀 tapi itu juga motor seken
        beli baru ya udah pake duit sendiri

        Balas
    • September 11, 2013 pada 12:29 pm
      Permalink

      walau naik angkot tapi kan asyik… jaman dulu waktu sekolah,naik angkot rame-rame ada kenikmatan tersendiri menurut saya… nggak kayak sekarang yang anak sekolah sudah memilih bawa kendaraan pribadi.

      Balas
  • September 11, 2013 pada 11:19 am
    Permalink

    Mau minta motor ke orang tua tapi nggak berani (karena lihat kondisi orang tua tidak memungkinkan) hingga belasan tahun kemudian bisa beli dari hasil sendiri. Tapi sayangnya kedua orang tua tidak sampai melihat saya punya motor sendiri.

    Balas
  • September 11, 2013 pada 11:53 am
    Permalink

    Gak pernah gan, nabung je dah di kuliahke mpun matur suwun.

    Balas
  • September 11, 2013 pada 12:22 pm
    Permalink

    wah keren nich …. salut saya pakdhe
    saya dulu juga ga pernah minta kok sama ortu cuma dulu setelah punya sim langsung dikasih motor pengennya sich dulu ga muluk2 punya bebek aja syukur ehhhh malah dikasih gl-max yooo gelem thok 😀 ,setelah kerja sampai nyasar ke p.bangka baru bisa beli motor sendiri nsr (walau bekas) dan supra fit 2004 baru (walau nyicil dan 2th ga gajian 😀 )
    ada cerita menarik waktu beli nasir , itu motor dibawa dalam karung mesinnya karena habis dibongkar dan yg mbongkar ga bisa ngrakit ,akhirnya dijual miring 1,5 juta ,tak beli trus setelah saya perbaiki ndilalah kok ada yg nawar lumayan tinggi akhirnya tak lepas trus duitnya buat uang muka superapit 2004 itu ;D

    Balas
    • September 11, 2013 pada 12:27 pm
      Permalink

      wkwkwk…itulah enaknya bisa mbengkel sendiri.. tapi jiwa dagang ternyata juga ada di sampeyan,je,,,laku mahal,untung bear lego…. 😉 cari lagi… tapi sudah terhenti to kebiasaan itu 😉

      Balas
    • September 11, 2013 pada 1:00 pm
      Permalink

      saya itu nggak cocok dadi makelar pakdhe , karena saya itu sukanya tehnik bukan dagang 😀

      Balas
  • September 11, 2013 pada 12:36 pm
    Permalink

    pernah minta pas lulus smu,..tp dijawab dengan pertanyaan 2 pilihan,.. mau motor atau kuliah,.. ane pilih kuliah ..lulus kuliah gak disangka malah suruh ambil motor di dealer, katanya hadiah plus buat nanti cari kerja da kerja 😀

    Balas
    • September 11, 2013 pada 12:40 pm
      Permalink

      nah..orang tua yang bijak plus anak penurut… jadinya oke banget..

      Balas
    • September 11, 2013 pada 10:50 pm
      Permalink

      NVL dgn handling super ya…. hehehe

      Balas
  • September 11, 2013 pada 1:56 pm
    Permalink

    sementara belum minta,pake motor yang sudah ada dulu aja dah cukup

    Balas
  • September 11, 2013 pada 3:09 pm
    Permalink

    minta pas kelas 1 sma bro, tapi dibeliinnya pas sma kelas 2.
    itupun karena berprestasi, klo ngga, ya ga dibeliin…
    seneng bngt waktu itu meskipun cuma f1zr second.
    sayangnya tu motor udh dijual gara2 habis kecelakaan parah, sedih bngt dulu pas perpisahan sama tu motor…

    Balas
    • September 11, 2013 pada 3:12 pm
      Permalink

      motor pertama = cinta pertama :mrgreen:
      pasti sangat berkesan…

      Balas
    • September 11, 2013 pada 3:26 pm
      Permalink

      syukurlah…biar motor tua kalau di rawat ngacir juga

      Balas
  • September 11, 2013 pada 3:49 pm
    Permalink

    kalo aku pas lulus2an baru dibeliin…dibeliin ngerex king…..cuma make sebentar doank trus diajak merantau ke ibukota…akhirnya motor diselimutin dikamar berbulan2…maklum ngga ada yg bisa make kecuali ane ama bokap…sampe kabel2nya pada dimakanin tikus….

    setelah lama di ibukota akhirnya ane angkut aja tuh motor kejakarta tanpa ijin bokap ha ha ha …..

    Balas
    • September 11, 2013 pada 3:56 pm
      Permalink

      wakakaka jadi kenangan tuch…
      kabel di makan tikus…

      Balas
  • September 11, 2013 pada 4:50 pm
    Permalink

    Pertama minta motor umur 16 pak bro
    Minta’e RX King bkas sepupu, tpi gk dikasih hehehe
    Dibawain motor baru pas kuliah
    (Ya yang sampe sekarang tak pake ituuu hahaha)

    Balas
  • September 11, 2013 pada 6:54 pm
    Permalink

    pertama pas smp tapi nggak dikasih, baru dikasih pas punya ktp allhamdulilah,, sekarang motornya jadi tukang antar jemput sekolah, les, teman jalan2, semoga motornya berkah 😉

    Balas
  • September 11, 2013 pada 9:02 pm
    Permalink

    tahun 2006 nodong ortu minta ditukokne FU150 tapi malah ditukokne Jupiter yo wes dipake az , akhirnya yo awet sampe sekarang , malah brkat jasa2nya (halah) dadi iso tuku NVL pake duwit’e dwe 😀

    Balas
  • September 11, 2013 pada 9:49 pm
    Permalink

    Heheheee..baca judulx jd bkin ane snyum2 sndiri mas..pertama X minta motor pas lulus SMP (2005)..n’ ane inget bnget pd saat itu motor idaman ane antara tiger / ninja R ..tp apa mau dikata nilai ane msih dibawah standar yang ditetapkan bokap ane..pdhal bedanya cm nol koma sekian n’ ane pun mohon2 sm bokap ane (maklum ababil)..tapi yaah..kalah ya kalah..ane pun hrus terima, mngkin bokap ane pngen ngajarin ane soal sportifitas X ya..(Eeeeaa..)..n’ akhirx bokap ane pun memilih 1 motor utk ane..yupz..sebuah Honda MegaPro (2005) velg CW sukses jd “my first ride”… 😀

    Balas
    • September 11, 2013 pada 9:54 pm
      Permalink

      wah..rupanya bokap pengin ngajarin disiplin…tapi tetep saja orang tua nggak tega ,to… 😉

      Balas
    • September 12, 2013 pada 4:36 am
      Permalink

      Hahahaaa..iyo mas..
      Rumah – sekolah = 10 KM + bodi ane yang bongsor kaya’x jd pertimbangan khusus..hehehee

      Balas
  • September 11, 2013 pada 10:19 pm
    Permalink

    motor pertamaq shogun 110 warna merah 2nd, gak minta cma ortu kayaknya kasian tmn2 pada naek motor q naek ontel. pas ditinggal merantau shogun dijual diganti smash cw kuning mungkin kasian jg gua ditinggal sendiri dirumah msh stm msuk kls 1. setelah kerja smash gw kasih adek gw beli sendiri supra 125. allhandlah sekarang jg punya ninja xixixixiii. trims bpak ibuk jd kangenn semoga selalu sehat cpt balik berkumpul lagi, pasti q balas semua syng mu,, hiks hiks

    Balas
  • September 11, 2013 pada 10:46 pm
    Permalink

    wah jadi malu saya mas, minta pas kelas 1 SMA…smpt gak dibeliin n ngambek…yg gak setuju sih bapak (dia emg pelit sih wkwkwk). Padahal saya jauh dari kata bengal, mksdnya kalopun dibeliin motor bukan buat ugal2an, emg buat ke sekolah.
    Tapi lucunya, pas kelas 2 smp kelas 3 tuh motor malah jrg dipake ke sekolah, krn temen2 gada yang pake. Jadi naek metromini aja rame2 hehehe…
    Alfa IIR bertahan smp kuliah semester 1 sebelum dilengserkan sama Tiggy 1st gen (yg ini gak minta rengek2, tp dibeliin, lah iya, duit darimana kerja aja blm hehe).
    Si tiggy bertahan 2 tahun aja, dan diabaikan karena sdh mengenal R4. Sejak itu dunia motor hanya sekelebatan, alias numpang lewat. Sempat punya shogun 125 1st gen, Mio Soul 1st gen pernah jg semua dipakai istri (saya pakai sesekali aja). Absen total lama dr dunia R2 sejak 2002 (kayaknya, lupa saya), alias gada R2 sama skali di rumah. Taun 2008 tertarik sama Beat 1st gen buat ngantor biar gak kena macet. Ujung2nya jarang dipake juga (nyonya yg pake), bertahan lama tuh si beat, 3 taun cuma 7000++km.
    2011 akhir, entah gimana gairah nyemplak motor lanang muncul lagi, nyonya approve, beat dilepas gantine nebus old CBR kunyit remasol punya temen produksi taun 2004 (delta box silver). dipake setaun lebih, maret 2013 dateng penggantinya smp skrg hehehe…
    weleh jadi curhat. salam kenal mas….

    http://kobayogastea.blogspot.com/2013/09/dunia-kang-ouw-motor-sport-bakal-sengit.html

    Balas
  • September 12, 2013 pada 12:13 am
    Permalink

    klo sya gk minta..tp beli sendiri setelah bsa cari duit dewe

    Balas
  • September 12, 2013 pada 12:25 am
    Permalink

    tetanggaku d kampung mnta motor gk d ksih( krn mmang gk da duit) malah gantung diri n akhirnya y mooddiiaarrrr….teennaannnnn…..

    #nauzhubillah minzalik

    Balas
    • September 12, 2013 pada 6:35 am
      Permalink

      kasian amat, dia gak tau kalau dunia bukan hanya soal motor ya…..rugi banget tuh…

      Balas
  • September 12, 2013 pada 12:47 am
    Permalink

    Wktu SMA prnah ngidam F1ZR Full Clutch warna kuning silver, tp ga diturutin..akhire nrimo pake Grand bekasnya bpak smpe lulus kuliah..

    Balas
  • September 12, 2013 pada 10:06 am
    Permalink

    pas sma, pake alfa IIR bekas pake kakak, kelas 2 kepingin kawak kaze or GLpro tp gak dksh sam ortu, baru setelah kuliah dibelikan RX king, wah rasanya seneng bgt… nyaman bgt tu RX king, sampe 2005 dijual ganti bebek , n skrg pulsar yg makin irit bgt bbm-nya….

    Balas
    • September 12, 2013 pada 2:35 pm
      Permalink

      mmg zaman tahun 90-an,masa SMA bawa GL pro saja sdh kereeen.. :mrgreen:

      Balas
  • September 12, 2013 pada 10:17 am
    Permalink

    Ngak pernah dikasih hehehehe….tp pertama kali naik motor pas SMA kls itu juga motor bapak suzuki tornado, buat keliling komplek doang, dibawa sekolah ngak boleh blasss….baru boleh bawa motor keluar komplek pas punya SIM motor pas umur 17tahun…..klo beli motor pertama tahun 2008 suzuki spin beli dari hasil kerja…..tp sekarang dirumah miara Thunder 250, Suzuki Hayate sama SYM shark….thunder 250 warisan alm Bapak hehehehe

    Balas
    • September 12, 2013 pada 12:11 pm
      Permalink

      thunder 250, rsre item tuh hehehe…diliat dari motor2nya kayaknya anti mainstream nih si om…
      SYM Shark tuh yang gmn ya? matik? …

      Balas
    • September 12, 2013 pada 2:33 pm
      Permalink

      melestarikan peninggalan orang tua, btw mas andhika rupanya seorang Suzuki Lover,ya.. kyak saya dulu jaman SMA

      😀 😉

      Balas
      • September 13, 2013 pada 9:32 am
        Permalink

        hahahaha….nurun alm bapak om, menurut bapak sehh mesinnya awet, yahhh klo dilihat sekarang sehh memang saya merasakan om…..ngk pernah rewel….mungkin kebetulan sehh, cuma ngk suzuki lover juga, pernah ada yamaha majesty juga tuh yg di photo profil saya tp dijual akhirnya karena satu dan lain hal…..tuh ka

        Balas
  • September 12, 2013 pada 11:30 am
    Permalink

    minta motor kelas 1 SMA, dibelikan waktu kelas 2. waktu itu saya masih 16 tahun in my age, tapi udah bisa bikin SIM :mrgreen:

    waktu masih MTs, saya sama sekali belum punya keinginan memiliki motor, yah dulu kan pergaulannya belum seperti sekarang. waktu MTs saya dulu masih happy2 aza ke sekolah naik sepeda bmx. tapi semenjak masuk SMA, melihat teman2 lain bawa motor, sayapun jadi ingin punya motor juga. makanya kemudian saya merengek minta dibelikan motor ke bapak. saya jadi malas2an sekolah, tapi ngga pernah bolos kok, cuma malas belajar :mrgreen:

    akhirnya dikabulkan juga permintaan saya. saya dibelikan kirana bekas. di awal2 punya motor, kekhawatiran orang tua saya pun terbukti, saya sering jatuh 😀

    andai saja saya jadi anak ABG (usia SD-SMP) di zaman sekarang, melihat kawan2 lain yang belum cukup umur pada bawa kendaraan bermotor di jalan raya, mungkin saja saya jg sudah minta dibelikan motor.

    yang saya maksudkan di sini adalah, alasan paling dominan yang menyebabkan banyaknya anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor adalah karena pengaruh PERGAULAN. teman pakai motor, saya jd ingin pakai motor. teman punya HP, saya pun harus punya.

    kira2 demikian 😀

    Balas
    • September 12, 2013 pada 12:17 pm
      Permalink

      Nahhh… itu kekhawatiran saya sekarang sebenarnya, dengan jaman yang sekarang ini, takut si sulung kena pergaulan gak bener, nanti temen2nya pada pake motor, dia rengek2 minta juga….hadeuhhh..
      Tapi mudah2an sih gak, memang gimana pergaulan, kalau di lihat si sulung sih bukan yang gampang-gampang amat terpengaruh temen, buktinya jaman anak SD pake BB, dia gak rengek2 minta, jaman android sekarang dia gak merajuk minta…tapi kalo Tab sengaja kami belikan walau dia gak minta, biar dia bisa belajar banyak, agar gak gaptek tujuannya, kalo tablet dia bisa mengekplorasi banyak hal. Sambil dipantau jangan sampai dia buka situs porno…..kalo bapaknya boleh ngahahaha

      Balas
      • September 12, 2013 pada 2:26 pm
        Permalink

        orang bijak berkata.,untuk anak berikan apa yang ia butuhkan,bukan yang ia minta “

        Balas
    • September 12, 2013 pada 2:30 pm
      Permalink

      itulah alasan utama supaya kita selalu meyadarkan anak-anak kita akan besarnya pengaruh pergaulan,karena nggak mungkin kita terus-terusan mengawasi mereka..

      Balas
  • September 14, 2013 pada 11:02 am
    Permalink

    Alhamdulillah belum nate minta,,meski anak t*nggal tapi gak manja..hehehehe (gak sombong lho).karena dulu bapak kerjanya jual motor bekas, alhasil naek e ganti2 motor. karena mungkin bapak kasihan motor yang dipaki jadul2 (bravo, alfa, grand, force1) akhirnya di usia yang ke 17 belas saya dibelikan suzuki shogun 110. dan baru bisa membeli sendiri saat kuliah semester 2 dengan cara mencicil hahahahahaha…

    Balas
  • September 14, 2013 pada 11:18 am
    Permalink

    Alhamdulillah sya g pernah mnt dibeliin motor,….
    dulu….wkt pulang maen dr rumah teman (msh blm kerja mas..) tau2 di halaman rumah dah nangkring spd motor baru tapi bekas (baru da d rmh n second kamsudx…)
    tny sm bapak…..jwbnx bikin bibir tersenyum sumringah
    “buat kamu…”..
    hehehe..

    Balas
    • September 14, 2013 pada 2:41 pm
      Permalink

      wah..senengnya ..biar kata motor bekas tapi kan Batu juga.. “baru di beli maksudnya :mrgreen:

      Balas
  • September 15, 2013 pada 7:10 am
    Permalink

    Alhamdulillah saya nggak pernah minta motor, sebab Bapak saya temasuk orang kurang mampu.

    Trus saya kerja tahun 1975, sebelumnya sempat kuliah 2 th di ITS Surabaya tapi Bapak sakit, jadi saya cari kerja.
    Alhamdulillah tahun 1976 bisa beli motor dari hasil keringat sendiri.

    Juga syukur anak2 saya (3 cowok) nggak ada satu pun yg minta motor. Tapi saya beliin setelah punya SIM, buat kelancaran sekolahnya.
    Bahkan anak saya no.3, waktu SMA menolak dibelin motor, katanya nanti kalo udah kuliah aja. Krn dia kos di Bandung dan ke sekolahnya deket, katanya kalo ada motor malah ngerepotin.

    Balas
  • Maret 4, 2014 pada 6:34 pm
    Permalink

    kang saya mw mnta mtor waktu itu sy udah lg mw mnta motor vario pi cuma dikasi janji2 tok kpriben iki kang

    Balas
  • Agustus 21, 2014 pada 9:37 am
    Permalink

    ora nate njaluk sih, moro2 ditukokne supra fit 2004 nggo budal kerjo. kerjo rodok suwi akhire didol nggo tambah tuku supra 125 2nd, ganep 2tahunan supra didol merho enek butuh, sisane nggo nggenteni atlit.wes ngono thok

    Balas
  • Agustus 21, 2014 pada 11:17 am
    Permalink

    saya dulu pas minta ya bilang aja butuh motor tapi ga pakai maksa2. akhirnya setelah hampir setahun baru dikasih motor bebek seken sama orang tua. itu sudah seneng banget

    Balas
    • Agustus 21, 2014 pada 11:35 am
      Permalink

      minta saat sdh membutuhkan… pas momennya.. 🙂

      Balas
  • Pingback:Ada Keluarga Baru,to..?? | Bakul Kangkung Jpr

  • Juni 9, 2015 pada 2:29 am
    Permalink

    Baru tamat tahun ini pengen punya fu tapi tak boleh .tah apa salah nya pakai fu kn sam sama motor .kayak mna lah cara agar dapet fu ya

    Balas
  • November 26, 2015 pada 6:25 am
    Permalink

    Saya kepengen banget,dri dulu waktu smp temen* saya sudah di berikan motor pribadi,hanya saya sndiri tidak,apalagi di smk ni sekarang,temen* saya sudah memiliki motor pribadi smua,saya ya hanya bisa menumpang sajalah,klok saya mnta blikkan motor,gmna dengan kluarga saya,kan ga mungkin kmi ga makan sehari*,padahal keinginan saya ini cukup* besar,namun ya apadaya,smua itu mustahil,sering banget saya iri melihat temen* saya yg pulang pergi skolahnya menggunakan motor,

    Balas
    • November 26, 2015 pada 6:27 am
      Permalink

      Salut buat anda,bro…
      Anda mampu me manaje keinginan membuang ego dan mengalah demi keluarga..jempol dua,bro….

      Balas
  • November 28, 2015 pada 2:39 pm
    Permalink

    Saya pingin bgt lah punya motor,jdi saya bisa bntu org tua saya,trus bisa antar jemput adik plg skolah,agar tidak susah* lgi dari becak ke becak,kakek saya menjanjikan saya motor,dia ada bli motor tpi tidak pernah di pakainya,paling hanya seminggu sekali atau pun 2 minggu skali baru motor itu di pakai,tahun kmarin dia menjanjikan akan memberikannya ke saya kalau sudah berumur cukup ya 17 thn,tpi skarang sudah 17 thun blm jga di kasi,d surunya saya membuat sim,sudah saya kerjakan jga,dan skaligus saya membuat ktp,tetap jga blm di kasi,php mulu ni kakek saya x_x
    Kmarin itu saya sempat minjem keretanya buat ke sekolah gladiresik,namun saya blm plg aja udah pesankan ke adik saya untuk segera di balikkan itu motor,jdi dri mulai saat itu saya tidak mau minjem* motornya lgi,dan saya enggak mau berharap lgi untuk diberikan motor dia,sedih kadang saya melihat ibu saya plg pergi ke pajak nunggu becak enggak ada yg lewat,plg pergi ngantar adik ke sekolah naik becak,tpi ya mau blg apa lagi,memang udah begini hidup saya,coba dong mas sayur berikan solusi agar terbuka hati kakek saya,klok mau bli ya uang enggak ada,makan sehari* saja saya susah, :'(

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: