Beginilah Kenyataan di Sekitar Kita

20130815_142953-1

HARI INI BANGSA KITA SUDAH MERDEKA SELAMA 68 TAHUN,TAPI MASIH ADA RAKYAT KITA YANG BEGINI…MASIH BANYAK…

Foto ini Mas Sayur ambil dua hari yang lalu di jalan keluar dari pantai selatan di dekat rumah. Rupanya si mbah ini baru pulang jualan makanan ringan di pantai pada hari lebaran ke tujuh yang sesuai tradisi di sini selalu ramai di kunjngi “wisatawan” lokal dan tradisi tersebut di daerah Mas Sayur tinggal disebut Riyoyo kupat ( lebaran ketupat / kupatan ). Okee..mari kita lanjutkan..

Tak ada yang menarik dari gambar ini,hanya seorang pria tua dengan motor tua yang membawa barang dagangan seadanya demi mencari nafkah untuk keluarganya. Mas Sayur sempat ragu untuk mengunggah foto ini,karena biasanya..model berkendara seperti ini akan mengundang komentar miring. Namun akhirnya tetap saja gambar ini terpublikasi,karena Mas Sayur ingin menegaskan jika INILAH REALITA YANG ADA DI INDONESIA.

Baca Juga :  Matic Apaan nich..? Keren Juga..

20130815_142804-1Apakah model pengendara seperti ini akan di “teriaki” alay..? Atau akan di komentari dengan komentar miring yang lain..? Bagi Mas Sayur,ada beberapa hal yang berkaitan dengan gambar ini :

  • Pak Tua ini tak akan melakukannya seandainya dia mempunyai kendaraan yang lebih bagus dan mendukung usahanya ( minimal  motor roda tiga ) Intinya kembali ke masalah klasik,yaitu Finansial.
  • Masih ada Pak Tua-Pak Tua yang lain yang belum sempat terekspos,di daerah sekitar Mas Sayur tinggal,belum di daerah yang lain di seluruh pelosok negeri.
  • Mereka bukannya tidak tahu tentang fungsi helm,tapi karena alasan “in bukan jalan raya” maka helm pun tidak di pakai.
  • Mereka adalah pekerja keras yang semangatnya tak kunjung padam walau usia sudah terhitung “udzur”
Baca Juga :  Akan Ada Kawasaki Ninja 250 satu silinder..?

Dan Mas Sayur tak bisa menulis terlalu banyak,mungkin teman-teman pembaca punya pendapat yang lain,silahkan di tulis di kolom komentar. Terakhir,mari kita do’akan semoga Pak Tua itu di beri keselamatan di jalan dan di beri limpahan Rezeki sehingga bisa mempunyai kendaraan yang lebih LAYAK untuk bekerja.

Advertisements

16 tanggapan untuk “Beginilah Kenyataan di Sekitar Kita

  • Agustus 17, 2013 pada 6:11 am
    Permalink

    mereka tak punya pilihan dan hanya itu yang dimiliki sekarang…

    Balas
  • Agustus 17, 2013 pada 7:24 am
    Permalink

    *.Masih ada Pak Tua-Pak Tua yang lain yang belum sempat terekspos,di daerah sekitar Mas Sayur tinggal,belum di daerah yang lain di seluruh pelosok negeri.
    *.Mereka adalah pekerja keras yang semangatnya tak kunjung padam walau usia sudah terhitung “udzur”..
    sementara tak jarang kita lihat anak anak muda yang sehat2 kerjaannya cuma males2an,mengandalkan hasil kerja ortunya untuk bergaya pada teman2nya.

    Balas
      • Agustus 17, 2013 pada 10:28 am
        Permalink

        Mas Har : Bagitulah anak muda jaman sekarang. bapak ibuk e kerja matian-matian, anak e cepat2an mesnghabiskan.
        Kalau jaman dulu, yen gak gelem ngeluarkan keringat gak dapat uang saku..sekarang gak dapat uang saku minggat..

        #Ngelus dodo karo anak jaman saiki.

        Balas
  • Agustus 17, 2013 pada 11:26 am
    Permalink

    terlepas dari masalah safety lho ya , i don’t give a sh*** about that :mrgreen:
    saya justru salut dg pak tua ini,usia yg sudah terbilang senja namun masih semangat buat mencari nafkah dg bekerja keras , saya justru kurang simpati sama maaf “pengemis” yg terlihat masih bugar namun minta2 😀

    Balas
    • Agustus 17, 2013 pada 11:44 am
      Permalink

      siip… setuju sama mas eko… jempol dua.. 🙂

      Balas
  • Agustus 17, 2013 pada 3:28 pm
    Permalink

    AAMIIN……!!!
    pulau papua, yang paling banyak kekayaan nya mas…,?
    betul opo ora, tapi foto yang anda tampilkan cukup mewakili
    kadaan di sana, tanya kenapa….?????
    *paling kaya di belahan bumi.
    *berharaf akan ada lagi soekarno-hatta.

    Balas
    • Agustus 17, 2013 pada 3:52 pm
      Permalink

      mungkin 30% kekayaan indonesia ada di Papua..tapi sayang… 🙁 nggak usah di teruskan..bakalan panjang pembahasannya….

      Balas
      • Agustus 17, 2013 pada 4:04 pm
        Permalink

        yups…!!
        selain sudah rahasia umum…
        *hanya miris doang bisanya ( wong cilik )

        Balas
  • Agustus 17, 2013 pada 5:07 pm
    Permalink

    Miris dan sengsara gan jadi rakyat kecil.
    Termasuk ane yang ngrasain.
    Tp gemes liat para koruptor gan. Mereka kaya, kampanye pake duit, rakyat terima, mereka minta balik modal bahkan dengan bunganya selama masa kampanye.
    Korupsi proyek. Rakyat juga terima Disogok pake duit bt kampanye, apa ini dibilang bodoh, karena tidak ada yang gratis.
    Pemimpin yang baik adalh yang dipilih rakyat bukan denagn cara mencalonkan diri, kampanye, dan kasih uang. Setelah jd pemimpin dia korupsi.

    Balas
  • Agustus 18, 2013 pada 12:06 am
    Permalink

    Memang kita telah merdeka,tapi kemiskinan masih bnyak membelenggu kita..

    Balas
  • Agustus 18, 2013 pada 5:03 am
    Permalink

    masih mendingan om
    drpd pemuda pemudinya yg kehilangan moral
    negri kita masih dijajah om
    tapi secara halus

    Balas
  • Agustus 18, 2013 pada 7:10 am
    Permalink

    itulah cara mereka bertahan hidup, kalau disinggung soal safety riding? mereka lebih mengutamakan “dapur” mereka daripada keselamatan diri mereka sendiri

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: