Pak Polisi Kampanyekan “Mudik Tanpa Motor”

kampanye polri mudik tanpa motorTentu saja hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas selama mudik lebaran.Berikut kutipan dari detikOto :

Bukan melarang, tetapi hanya mengimbau untuk tidak menggunakan motor. Boleh saja (gunakan motor) tetapi dia harus siap di jalan,” kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pudji Hartanto kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Tidak boleh berboncengan lebih dari dua orang, apalagi mengangkut muatan yang berlebih yang tidak sesuai kapasitasnya,” kata Pudji.

kampanye polri mudik tanpa motor2Suatu niat yang mulia dari aparat kita dan seharusnya kita apresiasi APALAGI SEANDAINYA POLRI MAU BEKERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA LALU MENGADAKAN MUDIK GRATIS DAN MAU MENGANGKUT MOTOR PARA PEMUDIK KE DAERAH TUJUAN,  maka hal itu akan lebih mulia lagi    😉    :mrgreen:

Baca Juga :  Rossi Perkasa di Qatar, Galbusera Berhasil..???

picture : metrotvnews.com

Advertisements

39 tanggapan untuk “Pak Polisi Kampanyekan “Mudik Tanpa Motor”

  • Juli 16, 2013 pada 12:50 am
    Permalink

    setujuuu,, tapi sebenarnya urusan mudik itu juga tanggung jawab kementerian perhubungan kni
    jatuh urusan di Polisi kalau terjadi pelanggaran lantas.

    Balas
    • Juli 16, 2013 pada 10:08 am
      Permalink

      jadi kini di perlukan kerjasama beberapa instansi untuk menghadapi arus mudik..
      tapi sebenarnya yg paling besar pengaruhnya adalah perilaku pemudik itu sendiri saat di jalan..

      Balas
  • Juli 16, 2013 pada 6:55 am
    Permalink

    APALAGI SEANDAINYA POLRI MAU BEKERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA LALU MENGADAKAN MUDIK GRATIS DAN MAU MENGANGKUT MOTOR PARA PEMUDIK KE DAERAH TUJUAN, maka hal itu akan lebih mulia lagi

    setuju ma yang ini 😀

    Balas
  • Juli 16, 2013 pada 9:05 am
    Permalink

    Harusnya Polri mikir kalau semua orang mudik pake mode transportasi publik memangnya mereka udah siap, masalah tiket yg habis, masalah daya angkut penumpang yg tidak memadai, masalah percaloan, masalah kenyamanan penumpang, dan yg paling utama masalah ongkos yg terlalu mahal… Benahi dulu itu baru kampanye jgn naik motor…

    Balas
  • Juli 16, 2013 pada 9:45 am
    Permalink

    dan untungnya saya mudik cuma 500meter hehehehehehe :D,lebinh ngirittttt biaya

    Balas
  • Juli 16, 2013 pada 9:58 am
    Permalink

    Bener sih. Karena lalu lintas saat mudik sangat membahayakan. Tapi buat saya enak naik motor. Soal skill insya Allah gak meragukan pak polisi lah.

    Balas
  • Juli 16, 2013 pada 11:36 am
    Permalink

    Mudik bermotor itu refleksi keterpaksaan migran cekak (termasuk saya) karena ketidak berdayaan pemerintah menyelenggarakan angkutan yang memadai. Dan perlu diingat…sebagian pemudik bermotor yang membawa serta anak anak mereka itu faktor utama nya adalah ekonomis dan dinamis. So…himbauan cuma sebatas himbauan.

    Balas
    • Juli 16, 2013 pada 4:25 pm
      Permalink

      begitulah…
      dan jumlah masyarakat yg sampeyan maksud jumlahnya lumayan banyak..
      dan tdk hanya dari jakarta pemudik bermotor ini..
      seluruh indonesia ada fenomena ini..

      Balas
    • Juli 16, 2013 pada 4:21 pm
      Permalink

      tidak dilarang bro…
      jangan berlebihan aja bawa penumpang dan barang..

      Balas
  • Juli 16, 2013 pada 3:22 pm
    Permalink

    Bagi yg terpaksa mudik pake motor, hati2 di jalan. Kalau melihat 1 motor dinaiki lbh dr 2 orang plus nambah barang2 di tengah maupun di belakang, rasanya miris banget.

    Aku mau menikmati Jakarta yg sepi aja liburan lebaran nanti.

    Balas
    • Juli 16, 2013 pada 4:20 pm
      Permalink

      jakarta sepi artinya si Ninjo bisa gass pol di jalanan ibukota.. 😉

      Balas
  • Juli 16, 2013 pada 3:23 pm
    Permalink

    Semua harga mahal, ane juga ngerti ga safety bonceng banyak, tp mo gimana lagi, bbm baru naik, harga bahan pangan… Wwaooow…. Lebih serem lagi, belum lagi tuslah, yg berarti tambah mahal lg ongkosna…. Udah gitu masih tetap berebutan pulak, jadi solusinya apa donk….

    Balas
    • Juli 16, 2013 pada 4:19 pm
      Permalink

      solusinya..ya ..BAWA MOTOR..
      yg penting tetap hati2 dan waspada,tdk memaksakan diri dan tahu batasan kemampuan diri dan motornya..

      Balas
  • Juli 16, 2013 pada 7:44 pm
    Permalink

    Saya lebih senang mudik naik motor walaupun sampainya 2 hari 🙂 Jalan nggak usah ngebut,capek ya istirahat. Bawaan cukup 1 tas punggung & barang lainnya di kardus seukuran kardus mie. Belanja bensin berangkat sama pulang habis 170 ribu + jajan oli sekali di jalan. Sangat hemat ya 🙂 *pengalaman mudik tahun lalu*

    Balas
  • Juli 17, 2013 pada 7:40 am
    Permalink

    klo mudik jarak 100-200 km / atau 4-6 jam masih wajar menggunakan motor. tp klo sdh lebih dr itu mending naik angkutan umum aja. atau diundur d waktu yg lain biar lbih murah n aman (sepi pemudik). toh yg penting bs brkumpul dgn keluarga juga. (pengalaman pribadi) 😀

    Balas
    • Juli 17, 2013 pada 7:42 am
      Permalink

      denpasar _ banyuwangi masih masuk kategori aman dong.. 😉

      Balas
        • Juli 17, 2013 pada 7:44 am
          Permalink

          naikin Citylink aja ke Juanda.. lanjut Akas ke Jombang…
          amaaan.. 😀

          Balas
          • Juli 17, 2013 pada 7:48 am
            Permalink

            numpak mutiara malam wae kang.. lebih murah :D. ato jg bisa naik sri tanjung langsung smpe jombang dr bnyuwangi. maklum budget pas-pasan 😀

  • Juli 18, 2013 pada 2:00 pm
    Permalink

    naik motor ajalah……….. sekalian turing… wkwkwkkwkwkwwk kaya moto gp ajah turing……….??????

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: