Tilang Memang seharusnya “Tidak Pandang Bulu”

kena-tilang1

Gambar ilustrasi,nyomot dari mbah gugel   😀

Istilah “tidak pandang bulu” rasanya nggak usah di jelaskan lagi,Mas Sayur yakin Sampeyan  sudah tahu maksudnya. Begitupun dengan proses tilang,tak peduli siapapun dan apapun jabatannya jika melanggar peraturan lalu lintas,SEHARUSNYA memang di tilang. seperti kutipan dari detik.com berikut :

gambar di ambil dari sini
gambar di ambil dari sini

Haute-Saone – Kejadian yang patut untuk di tiru oleh penegak hukum di setiap negara terutama di Indonesia. Belum lama ini di Prancis seorang polisi tertangkap kamera telah mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi.

Polisi itu melaju 186 kpj dengan sepeda motornya di jalan yang telah dibatasai kecepatannya 110 kpj atau tepatnya di jalan Rioz, Haute-Saone selatan Prancis. Akhirnya polisi itu ditilang oleh petugas keamanan jalan tersebut.

Ketika ditanya kenapa polisi itu melaju sepeda motornya dengan kecepatan melebihi batas yang ditentukan?

Presiden salah satu klub sepeda motor di Prancis mengatakan polisi berusia 46 tahun ini terpisah dari anggota klubnya yang lain, karena ada masalah dengan sepeda motornya.

Dengan begitu, ia berusaha mengejar ketertinggalannya itu. Alhasil ia melaju dengan kecepatan tinggi.

Tapi, saat itu polisi itu sedang tidak bertugas dan mengendarai motornya sendiri dengan pakaian sipil. Tak ada toleransi, meski seorang polisi ia harus tetap ditilang.

Alhasil surat izin mengemudinya harus di cabut dan untuk meneruskan perjalanannya ia harus duduk di bangku belakang sebagai penumpang yang di bonceng.

Akibat kecerobohannya itu, ia harus mengikuti jalannya sidang dan kemungkinan besar polisi itu akan mendapatkan hukuman tambahan. Minimal denda dan paling parah kehilangan pekerjaan.

Salut memang dengan ketegasan seorang penegak hukum seperti pada cerita di atas. COBA BAYANGKAN JIKA HAL ITU TERJADI DI INDONESIA    😉

Baca Juga :  Bocor..Bocor... Penyakit Karburator Honda NF 125 yang Sudah "Berumur"

tilang1

Advertisements

18 tanggapan untuk “Tilang Memang seharusnya “Tidak Pandang Bulu”

  • Juni 22, 2013 pada 5:38 am
    Permalink

    gambar nomer 2, saya ragu itu prosesi tilangan juragan 😀
    lebih salut sama ini walau tanpa foto:
    http:// jogjakini.wordpress.com/2012/04/12/sedikit-
    revisi-lokasi-kejadian-ketika-sri-sultan-hb-ix-
    terkena-tilang/

    Balas
    • Juni 22, 2013 pada 5:42 am
      Permalink

      oh..ya…saya juga pernah baca cerita itu..makasih mas.. 🙂

      Balas
  • Juni 22, 2013 pada 7:37 am
    Permalink

    d indonesia ”’????
    Ngimpi ah polisi bisa gituh,jgn kan nilang polisi,nilang motor multi silinder yg pke knalpot racing aja kagak pernah 😀

    Balas
  • Juni 22, 2013 pada 7:38 am
    Permalink

    wah brati klo nilang slama ini polisnya pada mandangin bulu… nih bulu ayam.. nih bulu kambing .. ni bulu kucing… dan klo ketemu yg tak berbulu alias mulus pasti g’ ditilang 😉 wkwkwkwkwk…. just kidding kang 😀

    Balas
  • Juni 22, 2013 pada 9:03 am
    Permalink

    yg jadi masalah pakdhe,yg jadi patokan itu BULUNYA SIAPA? secara yg punya bulu banyak jeeeeeee hehehehehehehe 😆

    Balas
  • Juni 22, 2013 pada 9:57 am
    Permalink

    yang punya jalan kok kena tilang, ups… keceplosan :mrgreen:

    Balas
  • Juni 22, 2013 pada 11:04 am
    Permalink

    kalo di indonasoa kita ini g akan mungkin mas,tau lah gimana oknum kita.

    Balas
  • Juni 22, 2013 pada 8:45 pm
    Permalink

    hehehehe
    kalau di Indonesia polisinya sudah berani nilang jendral
    maka sebentar lagi para koruptor yang bener2 salah akan benar2 ditahan hahaha.

    Balas
  • Juni 24, 2013 pada 12:13 am
    Permalink

    seharusnya bukan pandang bulu tapi “Pandanglah Isi dompet saya”
    Walaupun isinya cuma 10ribu, tuh Oknum tega2nya di’embat juga’ Ter..Ter..La..Lu.. 🙁

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: