Touring Atau “Keluyuran”..??

yvcj touring archieve

Gambar cuma ilustrasi,pinjem dari pertamina.com

Mohon maaf sebelumnya kepada teman-teman yang senang dan sering melakukan touring. Artikel ini sebenarnya terinspirasi dari seorang tetangga yang mempunyai seorang anak lelaki yang sudah mulai beranjak ABG dan rupanya si anak ini jarang sekali pulang ke rumah karena alasan kesibukan club motor yang diikutinya di kota Jayapura dan sering melakukan acara keliling/touring. Sehingga seharian ini Mas Sayur sedikit terganggu dengan pertengkaran anak dan bapak ini,dan kata -kata si Bapak yang paling MENGENA dan Mas Sayur catat adalah, ” Touring itu apa..?  Apa bedanya dengan keluyuran..?”     Nah..lo…     😉

Sebagai orang tua,mungkin sangat wajar jika bapak tersebut marah karena anak telah ‘sedikit’ melupakan tanggung jawabnya membantu orang tua nya bahkan kuliahnya juga sedikit kedodoran hanya karena alasan itu.   🙁

Baca Juga :  Yamaha MT25,"Ini Jalan Penguasa"..

Sungguh kejadian yang sangat di sayangkan,semoga saja kejadian semacam ini tak pernah terjadi di tempat lain.

Dan yang menjadi pemikiran Mas Sayur di sini adalah kata-kata sang bapak tadi, “APA BEDANYA TOURING DENGAN KELUYURAN..? “

pinjem gambar (lagi) dari JAYAPURA TIGER MOTOR CLUB)    ;-)
pinjem gambar (lagi) dari JAYAPURA TIGER MOTOR CLUB) 😉

Secara spontan tentu kita akan menjawabnya “jelas beda dong..”    😀   Dan salah satu yang membedakan di sini tentu tujuan dari acara tersebut, Touring basanya tujuannya JELAS dan POSITIF,biasanya acara sosial bagi masyarakat di tempat tujuan atau yang di singgahi acara touring. Sedangkan keluyuran,biasanya nggak jelas jeluntrungnya.. (tujuannya).Tapi tunggu dulu..keluyuran tidak selamanya nggak punya tujuan lho…biasanya keluyuran tujuannya bisa saja mencari ‘sesuatu”  ,cari perhatian kek..atau cari-cari yang lain    😉

Baca Juga :  Honda Vario 110 FI dan Beat FI Spek mesinnya Memang sama persis...

Dan yang membadakan lagi adalah jumlah orang yang terlibat di kegiatan itu,touring biasanya di lakukan oleh sekelompok komunitas dalam jumlah ‘banyak’.lain dengan keluyuran yang biasanya di lakukan sendiri atau beberapa orang saja..

Akhirnya..,seperti biasa..Mas Sayur ingin mendengar pendapat teman-teman yang kebetulan membaca tulisan ini,mengenai kasus di atas..

Monggo..silahkan..

Baca Juga :  Larangan Membuang Sampah Yang "Sesuatu Banget" .
Advertisements

27 tanggapan untuk “Touring Atau “Keluyuran”..??

    • Mei 31, 2013 pada 8:08 pm
      Permalink

      Touring, asal kata tour (perjalanan wisata) mendapat akhiran ing jadi melakukan perjalanan wisata. Kenyataannya touring jadi ajang numpak montor sakarepe dewe yang dilakukan secara berjamaah tanpa mengindahkan asas Kemanusiaan yang adil dan BERADAB. Sedangkan kelayaban asal kata ngelayab dan mendapat akhiran an, jadi kelayaban adalah melakukan perjalanan tanpa tujuan yang jelas. Kalau ada kesalahan mohon dikoreksi. Thanks

      Balas
  • Mei 31, 2013 pada 6:38 pm
    Permalink

    mungkin ortunya khawatir anaknya ikut klub motor macam klewang…

    kalau cuma plesir, ngga ada kegiatan sosialnya termasuk turing bukan Pak? :mrgreen:

    dulu waktu SMA saya juga suka dimarahi sama bapak kalau saya keluyuran atau pergi agak jauh pakai motor. sampai saat kuliah saya bisa pergi kemanapun saya suka, karena saya kuliah di luar kota & bebas dari pengawasan orang tua. :mrgreen:

    tapi lama2 bosen juga, jadi gampang capek kalau naik motor, ngga seenergik waktu SMA dulu. 😀

    Balas
  • Mei 31, 2013 pada 6:50 pm
    Permalink

    si anak seharusnya tahu waktu kapan kumpul bersama komunitasnya dan kapan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. biasanya komunitas apapun (ga cuma touring) bisa menyita waktu anggotanya saat weekend sehingga waktu bersama keluarga berkurang

    Balas
    • Mei 31, 2013 pada 6:55 pm
      Permalink

      kalau yang touring mampir beli dawet mungkin sampeyan akan ngerti.. 😀

      Balas
    • Mei 31, 2013 pada 7:53 pm
      Permalink

      hehehe..sekarang jamannya ‘ngeluyur ke kebun”.. bertemu petani binaaan dan menjenguk tanaman serta mengangkut hasil panen.. 😀

      Balas
  • Mei 31, 2013 pada 9:04 pm
    Permalink

    jadi inget pas jaman SMA,jarang pulang tapi klo bantuin jualan ya tetep.lha maen juga di pasar sama satpam&pedagang

    Balas
  • Juni 1, 2013 pada 2:33 am
    Permalink

    kalo turing dilakukan dengan biaya sendiri, resiko ditanggung sendiri dan tidak ada pihak yg dirugikan pasti semua happy.. masalahe kalo anak terlanjur suka turing mungkin ya susah kalo hanya dilarang… siapa tau ntar rejeki-nya dari situ 🙂
    menurut ane turing yo jalan2, tema-nya menyalurkan hobi… kalo keluyuran kelihatanya secara bahasa ane mah yo jalan2 yg kurang jelas tujuanya.. (mirip yak).. jangan2 si bapak bener 🙂

    Balas
  • Juni 1, 2013 pada 4:07 am
    Permalink

    wajar jika orang tua marah kalau anaknya turing sampai lupa waktu.

    Balas
  • Juni 1, 2013 pada 5:59 am
    Permalink

    Touring lebih ke perjalanan wisatanya,kalau keluyuran sih gak ada manfaatnya. .

    Balas
  • Juni 1, 2013 pada 12:17 pm
    Permalink

    memang jika di lihat porsi lebih banyak hura2nya jika di bandingken manfaatnya gan, pa lagi pada malam minggu. mungkin ke depan para owner club motor bisa menambahkan kepada hal yang lebih bermanfaat exp : safety riding, menghargai para pengguna jalan, baksos, imho…

    Balas
      • Juni 1, 2013 pada 12:40 pm
        Permalink

        mantan member gan, dah tuwir gak melok2 lagi cukup malam mingguan ma keluarga,,, padune mbiyen wes kuatok gan ngeles mode : on

        Balas
  • Juni 4, 2013 pada 5:06 pm
    Permalink

    aku nggak pernah turing, cuma pernah jalan2/keluyuran aja, wong nggak hapal jalan 😛

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: