Hanya Yamaha X-Ride,Motor Bergenre Off Road Dengan Velg Casting Wheel..

motor trailPerhatikan gambar di atas,semua motor ‘trail beneran’ di atas menggunakan velg tipe jari-jari bukan..?? Lalu kita kembali kepada varian skutik crossover yang baru di rilis Yamaha Indonesia,Yaitu Yamaha X-Ride,lho koq pake velg palang (baca casting wheel)..? Emang kenapa ..? Itu kan suka-suka YIMM,to..? Ya..iya laah.. memang begitu adanya,namun,bagi para pecinta motor off road,tentu mengetahui jika velg jari-jari adalah menu wajib bagi motor off road.Dan satu lagi,Yamaha TTX yang merupakan desain asli Yamaha X-Ride dan di luncurkan di Thailand pun menggunakan velg jari-jari..

Baca Juga :  Lokasi Pos Jaga Yamaha 2013
jelas bedanya roda TTX dan X-ride
jelas bedanya roda TTX dan X-ride

Atau ada yang bilang,’gambar pertama kan motor ‘trail beneran’, sedangkan Yamaha X-Ride adalah motor’setengah trail’   😆   Sudahlah..daripada nanti jadi panjang lebar mending kita simak pengakuan pihak YIMM terkait hal ini,yang di sampaikan oleh Pak Dyonisius Beti, Executive Vice President PT PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM),seperti di kutip dari otomotifnet.

“Ya, kami memang tidak menyediakan varian berpelek jari-jari. Alasannya, casting wheel lebih praktis dan tidak perlu maintenance,Casting wheel juga lebih diterima pasar.”

Mungkin,YIMM sudah menduga jika pengguna X-Ride ini nantinya akan lebih banyak memakainya di jalan raya ketimbang di medan off road,jadi velg palang pun di anggap aman-aman saja..

Baca Juga :  "Gas Pol..Rem Pol.." Berdampak buruk pada Motor Matik..

Menurut pembaca bagaimana..?

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Hanya Yamaha X-Ride,Motor Bergenre Off Road Dengan Velg Casting Wheel..

  • Maret 30, 2013 pada 12:05 am
    Permalink

    Saya masih ragu kalau Yamaha X-Ride benar-benar bisa di bawa ke tempat-
    tempat yang menawarkan pertualangan yang sesungguhnya, pertualangan alami
    bukan pertualangan buatan bukan sekedar pertualangan dalam iklan. Saya
    masih ragu kalau Yamaha X-Ride bisa memuaskan hasrat dari orang-orang yang
    berjiwa bertualang yang benar-benar suka bertualang bukan penampakan
    petualangan yang tergambar dari sebuah motor.

    http://yudhadepp.blogspot.com/2013/03/verza-vs-cb150r-verza-lebih-favorit.html?m=1

    Balas
    • Maret 30, 2013 pada 6:08 pm
      Permalink

      kalau untuk melibas jalan pedalaman macam di kalimantan atau papua saya yakin 100% tidak bisa,lha wong sya pernah ke pedalaman Papua bawa mitsubishi strada yg 4 wd saja terpaksa harus nginap di hutan karena hujan dan jalan berlumpur sehingga mobil nggak bisa jalan,je.. 🙁

      Balas
    • Maret 30, 2013 pada 6:06 pm
      Permalink

      yes…kalaupun peyang dan putus bisa di stel ulang..

      Balas
  • Maret 30, 2013 pada 6:21 am
    Permalink

    pelek peyang geal-geol mow dpke off-road…. ??
    WOW luar biasa xixixi

    Balas
  • Maret 30, 2013 pada 12:54 pm
    Permalink

    mungkin modelnya saja yg nyerempet2 offroad,tapi kalo mesin dan sasis tetep pake mio-j ga ada deferensiasi,sama juga bo’ong pakdhe , tahu sendirikan performa sutandart mio-j ,harusnya pabrikan membuat spek special enggine buat x-ride ini ,tapi ujung2nya wani piro?
    mungkin ya itu tadi cuma trail wannabe (sorry lho mas roy,tak pake wannabenya :mrgreen)

    Balas
    • Maret 30, 2013 pada 6:02 pm
      Permalink

      kemungkinan hanya untuk memenuhi animo konsumen yang suka modif,,?

      Balas
  • Maret 30, 2013 pada 3:14 pm
    Permalink

    Bingung saya, YIMM tidak menyediakan velg jari jari pada yamaha x-ride, padahal di iklan nehh motor digambarkan kuat melewati jalanan tidak rata alias medan offroad. Kenapa model motor cross / trail alias motor yang digunakan dijalan yang berbatu atau jalan tidak rata menggunakan jari jari ?….dikarenakan velg jari jari lebih mudah disetel atau maintanence nya lebih gampang, sedangkan velg racing atau casting wheel diperuntukan untuk jalan yang rata alais tidak diperuntukan untuk melewati medan berbatu yang tidak rata.

    Nahhh piye tohhh….motor yang digambarkan mampu melewati medan berat/berbatu tapi tidak menyediakan velg jari jari….apa ndak speleng tuh velg 😀 IMHO.

    Balas
  • Maret 30, 2013 pada 7:21 pm
    Permalink

    mungkin velgnya yg special edition. Hehe.
    Btw mobil mobil off road kok pake velg palang ya. Maaf oot.hehe

    Balas
    • Maret 30, 2013 pada 8:47 pm
      Permalink

      jooossss…. dawet mana dawet… wis tak tunggu,je.. :mrgreen:

      Balas
  • April 1, 2013 pada 7:48 am
    Permalink

    Saya barusan baca test ride matic ini di blognya Oom tmc blog dan Oom iwanbanaran.
    Saya juga heran koq velgnya kuat yaa.
    Eeh, tapi saya punya bebek Jia Ling JL-100 tahun 2000, velgnya palang, sering dipake jalan jelex di kampung2 Jawa Tengah, udah 13 tahun masih fine aja tuh. Trus velg Kawak Kaze VR punya istri saya tahun 2003 velg palang, dipake di lintas yg sama, juga masih fine tuh.

    Balas
  • April 1, 2013 pada 3:40 pm
    Permalink

    ane juga sependapat gan, kalau motor ofroad peleknya jari2 kan karena medannya emang berat. jadi pelek jari2 bisa distel, nah kalau pelek castingkan dipakai di medan berat jika retak atau patah ga bisa distel lagi. bisa bahaya kan. itu menurut ane gan.

    Balas
    • April 1, 2013 pada 5:43 pm
      Permalink

      harus beli lagi yg ori biar kuat…,dan mereka lagi yang untung…naaah…lo.. 😀

      Balas
  • April 3, 2013 pada 3:28 pm
    Permalink

    ahhh pakein pelk jari2 mio juadul aja paling juga sama….. alsan aja cos klo make jari2 jadi makin aneh bentuknya gak karuan…… dah tau sndiri penyakit pelk mio gampang penyok…. klo gtu siapin dah pelk banyak biar bsa hantem lobang!…

    Balas
  • Juni 1, 2013 pada 6:09 pm
    Permalink

    offroad kok matic, offroader lebih suka manual utk offroad

    Balas
  • Juni 2, 2013 pada 12:34 am
    Permalink

    Kata yamaha ” Masalah buat lo..!!! ” Sungguh jawaban yang amat sangat mentok.. Untuk masalah pelek sih ga masalah, orang indonesia dikasih jari2 diganti palang, dikasih palang diganti jari2 cacingan pula. Untuk medan yang rusak memang bagus jari2 karena lebih lentur dan kuat. Tapi segmennya ini motor sepertinya buat trail wanabe penggunaannya hanya untuk naik trotoar kalo macet. Buat nglibas air tergenang sedengkul. Kalau untuk offroad mending beli yang speknya offroad.
    Balik lagi ke kitanya masing2 suka dibeli ga suka ya jangan dibeli. Bukan begitu pakdhe?

    Balas
  • Juli 15, 2013 pada 8:32 am
    Permalink

    kira kira biar kuat di modif pake ban kayak kererta api pasti kuat tuuu….biar ngak bingung pake jari jari salah pake palang salah….

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: