Hanya Motor Yang Boleh ‘minum’ Premium..,Hayooo..gimana coba..?

antriSebuah wacana baru di canangkan oleh pemerintah,yang punya ide dan usulan adalahย Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo. Berikut kutipannya dari detik[dot]com :

“Kalau kita inginnya sih kendaraan roda 2 saja lah. Kalau seluruh Indonesia, roda empat itu non subsidi. Itu akan menghemat banyak,” ungkap Susilo selepas acara inspiring talk Indonesia Oil and Gas Industri Outlook 2013, Opportunities and Challenges, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Jakarta, Senin (25/3/2013).

Hayooo,gimana dong..? ๐Ÿ˜‰ secara sekilas kebijakan yangย BARU BERUPA USULAN/WACANAย ini tampak memihak kepada pemilik roda 2,tapi sebenarnya mempunyai tujuan yang lebih besar,yaitu memblokir kuota ANGGARAN SUBSIDI BBM.Sekedar tahu saja,anggaran negara tahun ini JEBOL sekitar 300 trilyun untuk mensubsidi BBM ย  ย ๐Ÿ™„

Baca Juga :  Keluarga Baru..

tempo

picture : tempo.co

Lalu bagaimana nasib para pemilik mobil yang sebenarnya masih “belum benar-benar mampu membeli Pertamax” ..? Tolong di pahami kalimat dalam tanda kutip… ย Kita lihat saja kenyataan di lapangan,sering kita jumpai mobil mewah yang ‘minum’ premium..

Honda Megapro aja di isi pertamax,lho...    ;-)
Honda Megapro aja di isi pertamax,lho… ๐Ÿ˜‰

Sedangkan para biker pemilik moge dan motor bermesin kompresi tinggi,tampaknya peraturan ini tak akan berpengaruh,karena mereka mempunyai kesadaran tentang ‘kewajiban’ minum pertamax bagi mesin motornya..

Baca Juga :  Hanya Ini kah, Usaha Suzuki..?

Bagi pemilik motor entry level,yang di gunakan untuk bekerja dan lainnya mungkin ini merupakan angin segar..Premium mungkin akan mudah di dapat..

Tapi…yakinkah peraturan ini akan dapat di laksanakan di negeri yang unik ini..?

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Hanya Motor Yang Boleh ‘minum’ Premium..,Hayooo..gimana coba..?

  • Maret 26, 2013 pada 12:33 am
    Permalink

    Saya acungkan jempol bagi pemerintah kita walaupun ini masih sekedar wacana kalau premium masih terus di subsidi untuk para pengguna motor yang umumnya adalah masyrakat kecil.

    YANG JADI PEMASALAHANNYA :

    Motor-motor yang berharga murah yang di jual sekarang oleh Pabrikan motor kompresianya wajib PERTAMAX, jadi walaupun kelas berbeda antara Moge dan sepeda motor bebek/matic tapi secara kewajiban membeli/menggunakan pertamax itu sama. Kalau motor bebek/matic Injeksi yang berharga murah (lebih murah dari ducati) dipaksa terus menerus menggunakan premium (karena secara ekonomi itu terasa berat bagi mereka) maka motor mereka akan cepat.

    Sekarang yang salah siapa? yang dalam posisi tak beruntung siapa??
    Apakah masyarakat indonesia lapisan bawah itu harus kita salahkan, karena menggunakan premium untuk motor bebek/matic injeksi sedangkan untuk membeli
    BBM beroktan lebih tinggi itu terasa berat.

    Kalau saya menyalahkan pabrikan motor, pasti saya akan dicaci maki lagi.
    Jadi teramat wajar bagi saya bila konsumen lapisan bawah India menuntut
    Pabrikan yang jualan disana tetap mempertahankan malah memperbanyak
    model motor bermesin karbu. karena bagi mereka mesin karbu yang masih
    bisa mengkonsumsi premium merupakan motor terbaik bagi mereka khususnya
    dari golongan masyarakat bawah.

    Di negara kita masih sedikit sekali orang yang memikirkan hal itu?? yang penting canggih, yang penting langit biru, pernahkan mereka memikirkan DAMPAK SOSIAL yang akan terjadi pada golongan biker lapisan bawah.

    Wah saya kebanyakan komentar ya pak wahid, komentar saya pun kelihatannya ngawur, aaaach abaikan saja.

    http://yudhadepp.blogspot.com/2013/03/kawasaki-klx150-koq-abal-abal.html?m=1

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 2:56 am
      Permalink

      Saya tahu arah komentar sampeyan,koq.. semangat… ๐Ÿ™‚

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 12:44 am
    Permalink

    Bagai mana mengatasi orang-orang kaya dengan mobil
    mewahnya tapi merebut jatah BBM bagi orang yang dianggap
    tidak mampu,
    HAL ITU GAMPANG Pak wahid, caranya :
    mengutip artikel saya sendiri yang berjudul

    KALAU SAYA JADI PRESIDEN

    Katanya seh alasan mengapa SUBSIDI BBM ditiadakan, salah satu
    faktor adalah karena selama ini yang menikmatin bensin bersubsidi
    sebagian besar adalah orang-orang Kaya dengan MOBIL DAN MOGE
    mahalnya itu, yang ternyata masih aza memilih membeli premium
    dari pada membeli pertamax/plus. Lalu mengapa orang-orang yang
    berpenghasilan kecil harus dikorbankan!!!!

    Lalu dengan menaikkan premium menjadi Rp.6.000- bakalan membuat
    orang-orang kaya itu berhenti membeli premium, OMONG KOSONG JAK
    Enggak bakalan berhenti bossss!!! Premium seharga 6 ribu itu tetap aza
    dianggap murah oleh yang MAMPU TAPI PELIT buat beli PERTAMAX .
    Andai saya Presiden Subsidi BBM tidak akan saya hentikan bila
    dengan alasan seperti itu. Loh loh loh lalu apa yang Yudha lakukan
    kalau Yudha yang jadi presiden???? Gampaaang bos, saya akan
    Panggil Panglima ABRI, Saya akan panggil Kalpolri, saya akan
    panggil seluruh Gubernur di seluruh Indonesia.

    Saya perintahkan Panglima ABRI dan Kalpolri untuk menurunkan
    paling sedikit dua anggotanya ngepos di SPBU , Saya perintah
    Para Gubernur itu untuk menurunkan 4 orang Satpol PP buat
    ngepos juga. Buat apa mereka nongkrong di sana??? Ya buat
    NGUSIR para orang kaya dengan mobil mewah dan mogenya
    yang gayanya petentengan kalau beli premium, paling tidak
    para anggota tersebut dapat MENEGUR DENGAN KERAS
    supaya para orang kaya tersebut memindahkan kendaraanya
    ke jalur Bensin Non Subsidi.

    Hahai bakalan ENGGAK ada berita lagi kalau bensin bersubsidi
    diserobot sama yang bukan haknya. Lalu bagaimana kalau ada
    PEJABAT atau malah ada JENDRAL yang membeli bensin bersubsidi itu???
    Telp saya, kalau enggak ada uang ya sms saya biar saya GAMPAR TU
    MUKA Pejabat atau Jendral itu kalau berani-berani beli premium dengan
    Mobil Mewah atau motor gedenya (kalau pake Honda Supra Fit sih
    boleh aza, wkwkwk)
    Sayang Yudha bukan Presidenยทยทยทยทยทยทยทยทยทยทยท

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 9:31 am
      Permalink

      kalimat terakhir di paragrap terakhir..,bikin lemes… ๐Ÿ™„

      Balas
    • Maret 26, 2013 pada 1:20 pm
      Permalink

      maaf, saya pribadi kurang setuju dengan ‘aturan’ seperti itu. menurut saya, orang kaya banyak berjasa untuk negara dimana salah satunya adalah dengan membayar pajak, misal pajak pendapatan (terlepas dari apakah pajaknya dikibuli atau tidak). sedangkan bagi mereka yang kurang mampu, dilihat dari sisi yang sama (pajak terhadap negara), mereka ini sama sekali tidak ‘berjasa’ terhadap negara. jika dilihat secara kasar dari sisi ini, sudah sepantasnyalah mereka yang berjasa tersebut berhak mendapatkan ‘kemudahan’ seperti boleh menggunakan premium

      cobalah baca blog dari pakar ekonomi seperti kwik gian gie, karena sepertinya menurut beliau, pemerintah ini tidak rugi tentang subsidi premium. dan jika bicara secara logika, seharusnya negaralah yang mengelola kekayaan bbm di negara ini dan diatur bukan oleh perusahaan asing. dilihat dari sisi ini, yang keliru adalah pemerintahnya, bukan org kayanya. imho

      Balas
    • Maret 26, 2013 pada 6:59 pm
      Permalink

      Klo mobil nya motuba gmn mas?
      Klo mnrt saya sih pemerintah ga tegas.
      Klo mo naik ayo naikkan. Klo ga ya ga usah naikkan. Tentu dengan segala resikonya. Jangan bikin aturan yg aneh2. Kodrat alamiah manusia pasti akan mencari jalan pintas utk mengakali peraturan tersebut

      http://www.dk8000.co.nr

      Balas
      • Maret 26, 2013 pada 7:19 pm
        Permalink

        kemungkinan besar saya bawa pulang ke Jawa Pak Surya..,Tak Museumkan.. ๐Ÿ˜€ biar jadi memory bagi anak cucu.. ๐Ÿ˜€

        Balas
        • Maret 28, 2013 pada 10:34 pm
          Permalink

          Betul pakde. Bagusan gitu. Kasian banget soalnya klo dijual. Memori n sejarahnya ga bs diukur dgn uang

          Balas
    • Maret 26, 2013 pada 9:04 pm
      Permalink

      gampang bos, bikin dua jalur.. jalur pertama untuk kendaraan yang pantas minum premium di kasih nama rakyat kecil, terus dijalur kedua untuk yang ga pantas minum premium tapi mbalelo minum premium dikasih nama manusia pelit bin medit, terus di kasih cctv and hasilnya di update di youtube n linknya disebar di blog2 ecek2… sekian terima ribuan…

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 4:53 am
    Permalink

    mungkin lebih baik begitu,karena yg sudah jalan saat ini yaitu pembatasan untuk mobil dinas kayanya percuma karena 2 tetangga dekat saya bawa mobdin innova,dinas di luar kota yg cukup jauh, ternyata punya plat nomer dobel merah dan hitam, seenaknya ganti-ganti plat.
    herannya…stiker dari pemerintah yg nunjukin itu mobil pakai bbm nonsubsidi kok nggak ada, atau mungkin sengaja nggak ditempelin.
    memang benar negeri ini benar-benar unik….segala macam peraturan bisa diakali
    ckckckck

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 9:30 am
      Permalink

      banyak yang nakal,ya… ๐Ÿ˜‰ nalurialamiah untuk kepentingan sendiri… ๐Ÿ˜‰

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 5:31 am
    Permalink

    satu lagi, dan ini benar-benar imho

    menurut saya tugas pokok negara itu harus bisa menghidupi rakyatnya dengan baik dan bukan ‘memanjakan’ rakyat seperti mensubsidi bbm besar-besaran kaya gini. asalkan negara dapat menghidupi rakyat, harga bbm berapapun pasti bisa kebeli. contoh nyata aja, premium dari harga 750 perak sampai sekarang 4500 masih kebeli juga, kalo harga dinaikkan bertahap saya rasa ga akan kenapa-napa,waktu yg dapat membiasakan.
    fakta di tempat saya, anak SMP ke sekolah naik motor, it’s ok menimbang keadaan transportasi umum,jarak dan waktu. tetapi……sore hari atau malam mereka berkeliaran,main puter-puter kota tanpa manfaat yg jelas. hitung aja barapa liter yg dihabiskan anak-anak itu tanpa manfaat berhubung harga bbm termasuk murah.
    kesimpulan saya tentang ini, negara mau tidak mau harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara merata, tidak bisa tidak, untuk mengatasi masalah subsidi dll. jika sudah sejahtera, harga berapa pun kebeli kan?seperti di negara lain yg bbmnya tidak bisa dibilang murah.
    kalau negara tidak bisa melakukan itu,masalah seperti ini akan berlarut ga bakal selesai,mau naikin harga kena demo,mau tetap apbn kobol-kobol karena subsidi dan masifnya penjualan kendaraan yg ga dibatasi juga.
    poin terpenting adalah pembenahan aparat negara, kembali ke masalah klasik yaitu korupsi, jika negara ini 100% bebas korupsi dan semua bekerja dengan baik, saya yakin negara ini mau ngasih bbm gratis ke rakyatnya pun mampu.
    semua masalah ini berawal dari bobroknya negara yg hampir di semua sektor. tidak salah kalo ada yg menyebut indonesia negara gagal, tp kita tidak akan putus asa untuk memperbaikinya.
    semoga negara ini akan makmur sesuai dengan ramalan ronggowarsito di bukunya

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 9:28 am
      Permalink

      poin terpenting adalah pembenahan aparat negara
      ================================================
      ITU INTINYA…>> Lebih tepatnya ke arah Moralnya… walaupun msh ada yg waras tapi persentase nggak seberapa dan karena berada di lingkungan yg ‘begitu’ bisa jadi terpengaruh juga atau ‘terpaksa’ harus terpengaruh… ๐Ÿ™‚

      Balas
    • Maret 26, 2013 pada 11:32 am
      Permalink

      coba nek bbm d naikke,apa pemerintah berani,inget kisruh demo besar2an anti kenaikan bbm taun lalu,kesempatan emas buat para oposisi pembikin kisruh pemerintah dgn mbayarin/menggalang massa sana sini,bikin kerusuhan,smpe bawa2 nama buruh segala,bahkan metro tivi(tivinya nasdem) asuhan pak djenggot aka surya paloh ikut2an provokasi nambah2in nayangin iklan penurunan bbm pemerintah jaman dulu..
      lagi2 kartel politik bro,apa berani pemerintah..

      Balas
    • Maret 26, 2013 pada 6:54 pm
      Permalink

      Setuju 1000%
      negara ga tegas
      Memanjakan dengan subsidi yang besar
      Negara tetap mensubsidi tp besarannya dikurangi. Jadi APBN ga kesedot utk nalangin premium.

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 6:02 am
    Permalink

    Wah…
    Bagaimana kalau ada bbm di antara premium dan pertamax, semisal premix. Mungkin itu lebih bisa diterima pemilik mobil.

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 9:35 am
      Permalink

      mukah pihak operator dlm hal ini pertamina membuatnya..?

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 7:49 am
    Permalink

    Turunin harga pertamax biar pada kuat beli pertamax…. wkwkwkwk kalo pertamax masih 9rb lebih tetep pada milih premium… coba pertamax kayak 3 th silam harganya bisa 7400 waahhh… ora arep tuku premium…

    Balas
  • Maret 26, 2013 pada 8:21 am
    Permalink

    ane dukung itu

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 11:44 am
      Permalink

      wah ketularan qwerty iki pak RT
      opo kesurupan ,wkwkwkwkwkwkwkwkwkw ๐Ÿ˜€

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 11:22 am
    Permalink

    kalo mobil buat niaga pake premium masi oke laa..
    tapi kalo mobil pribadi wajib bbm non subsidi,kalo masi tereak juga brati mereka termasuk golongan orang miskin sombong,duwit paspasan beli mobil,kredit lagi,harusnya mobil pribadi yang masi g punya malu ngisi premium di beri tanda khusus(stiker besar di kap mobilnya tulisannya”ORANG MISKIN SOMBONG,MAMPUNYA BELI BBM SUBSIDI”)geto broo..
    terkesan memihak 2whell,ora popo,lak yo mending banyakan motor daripada banyakan mobil,sesek,pripun??,sae nggih..

    Balas
  • Maret 26, 2013 pada 11:39 am
    Permalink

    coba orang2 sini lebih kreatif lagi,barang kali memang belum pada super kepepet kayak di amrik yg harga bahan bakar disana jauh lebih mahal tapi mereka ga pada protes ke pemerintah tuch,justru menimbulkan solusi2 cerdas , antara lain mengconvert mobil2 ber bahan bakar minyak ke mobil listrik ,coba orang2 sini sedikit lebih kreatif,bukan terus2 menyalahkan pemerintah

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 12:17 pm
      Permalink

      Jare si mbah pancen luwih penak NDELOK , mas… (meNDELik karo aLOk aloK ) ๐Ÿ˜€

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 1:27 pm
    Permalink

    mobil/motor bertenaga listrik mungkin merupakan solusi yang terbaik. cuma apakah produksinya bisa lancar..?? rasanya tidak. karena jika tenaga listrik menjadi trend, bisa jadi perusahaan pembuat minyak dan oli (misalnya) bakalan bubar wkwkkwkwkw. solusi itu sebenarnya ada, cuma karena banyak kepentingan jadinya ya gitu deh hihiiihihih

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 2:08 pm
      Permalink

      betul mas,kalo di amerika malah ada pilm dokumenternya, kepentingannya menyangkut orang banyak,makanya saya salut dg pak Dahlan Iskan yg rela mengucurkan dana sedemikian besar untuk membuat dan meng”tren”kan mobil listrik

      Balas
  • Maret 26, 2013 pada 1:44 pm
    Permalink

    turunin pertamax paling mahal dikisaran 8000 rupiah…saya akan bralih ke pertamax

    Balas
  • Maret 26, 2013 pada 3:03 pm
    Permalink

    Harga pertamax diturunkan,trus harga premium di naikan,dengan rentang harga antara keduanya jangan terlalu jauh seperti sekarang,mungkin lebih masuk akal.

    Balas
  • Maret 26, 2013 pada 5:47 pm
    Permalink

    Setuju 1000% !!!. Mobil sekali isi bisa berapa puluh liter ngabisin bensin. Bandingkan sama bebek/matic yang populasinya banyak, paling banter 3 liter ngisinya karena tangkinya kecil. Kalau motor kompresi tinggi dicekokin premium salah ridernya, mampu beli motor mahal kok ndak mampu beli pertamax? Produsen motor sih palu gada aja. Lagian gampang dan murah kok ngakali biar kompresi mesin gak ketinggian, tinggal nambah packing silinder beberapa lembar dah turun tuh kompresi tingginya, dijamin aman deh minum premium.

    Balas
  • Maret 26, 2013 pada 6:47 pm
    Permalink

    Klo saya sih ga setuju pakde
    yg punya mobil baru sih oke. Tp gmn dengan yg punya mobil lama yg speknya memang utk minum premium? Kasian kan dipaksa utk ke pertamax pakde

    http://www.dk8000.co.nr

    Balas
    • Maret 26, 2013 pada 6:50 pm
      Permalink

      secara pribadi,kesan pertama saya juga ke arah sana Pak Surya…

      Balas
      • Maret 28, 2013 pada 10:35 pm
        Permalink

        Brarti kita tunggu langkah selanjutnya pemerintah ya pakde. Apa ya kira2 kebijakannya..

        Balas
  • Maret 26, 2013 pada 8:59 pm
    Permalink

    menurut saya nama premium itu ga cocok untuk bbm oktan 88, karena ya namanya premium, ga salah kalo mobil atau motor premium class minum premium… lebih baik diganti BKOM (Bensin Khusus Orang Melarat) atau Merki 88 atau bisa juga di buat khusus tempatnya… piye bozz diterima po ora ideku?

    Balas
  • Maret 27, 2013 pada 1:53 pm
    Permalink

    Dulu jaman SMP beli premium buat mobil ngisi 30rb aja udah penuh euy ahahahaha…..sekarang ngisi pertamax naik motor 20rb aja cuma dapet 2 leter

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: