Mohon do’a nya,bro…

Usia memang tak bisa di lawan,segagah apapun manusia ,jika sudah tiba masa tuanya pasti akan bertekuk lutut pada yang namanya kelemahan,ketidak berdayaan.Kakekku yang pada masa mudanya adalah seorang biker sejati (setidaknya penilaian pribadiku),saat ini terbaring lemah di ranjang rumah sakit di kota kecamatan.Penyakit tua telah menggerogotinya,tak ada penyakit serius dari hasil analisa dokter.Hanya lemah,tak bertenaga karena makan nggak mau..

BSA A7, tahun 1962 500cc

sedikit flashback,di masa mudanya kakek adalah seorang penunggang motor BSA,motor yang di belinya hanya dengan barter dengan satu unit toa..,pengeras suara yang kala itu lagi ngetrend..,kalau sekarang mungkin setara sound sistem merk kenwood     😀    .

Baca Juga :  Sorry Boss...Saya Bukan Pembalap..
yamaha YA 1

Setalah itu ,beliau berganti tunggangan Yamaha YA sampai tahun 70-an. Setelah itu ketika saya sudah lahir dia berganti ke motor Zundapp, buatan jerman yang cukup unik,namun tak bertahan lama karena masalah sparepart,akhirnya motor zundapp itu di biarkan menjadi besi tua di belakang rumah,di manfaatkan untuk ayam bertengger tidur di malam hari,,,      😆     .

seperti ini rupa zundapp yang akhirnya di besituakan..

Lalu bergantilah tunggangan kakek dengan Yamaha V 75 baru,motor inilah yang selalu menemaninya ke kantor desa bertugas sebagai pembantu pencatat nikah,kalau di desa biasa di sebut ‘modin’ jug untuk menggendongku keliling kampung,kesawah,dan ke warung sekedar ngopi dan ngobrol ngalor ngidul…maklumlah..saya adalah cucu laki laki satu satunya..

Baca Juga :  Berkendara di Perbukitan itu Asyik,tapi ...

kenangan yang tak terlupakan,sampai gonta ganti motor dari vespa,suzuki RC 100,suzuki Tornado GS,yang sempat mengantarku sekolah di SMA sebelum akhirnya bisa beli sendiri Suzuki Shogun R  2 tahun kemudian.Motornya yang masih ada saat ini ada 3 unit..,Honda astrea 800,honda absolute revo 2010,dan sebuah vespa super tahun 1983.

Di masa tuanya pun dia masih sering mengajakku touring ke Banyuwangi ke rumah salah satu famili,yang medannya luar biasa berat.Bahkan saya pernah memboncengnya sampai ke Denpasar,jarak yang hampir 400 KM..

Baca Juga :  Salut Tenan,Rek... Sri Lestari,Penyandang Difabel yang Sukses Touring Jakarta-Bali itu,Kini Bersiap Keliling Sumatra

Namun kini,beliau terbaring tak berdaya di rumah sakit.Tubuhnya yang lemah tak mampu mendukung kemauan kerasnya.   MOHON DO’ANYA BROTHER SEMUA,SEMOGA BELIAU CEPAT SEMBUH..(masak minta do’a nggak di kasih..kalau minta duit nggak dikasih,itu kan  wajar…).

Advertisements

26 tanggapan untuk “Mohon do’a nya,bro…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: