Pembalap itu meninggal di jalan Raya…

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…Membaca kompas sore ini,perhatian saya tertuju pada berita kecelakaan yang marenggut nyawa seorang pembalap kita Andre Mamuaya yang di ketahui bergabung bersama Racing Banckal Team,dan telah  memenangi kejuaraan lomba Jakarta Ban Achilles Merchedes Serie-3. Dia memenangi lomba untuk kategori motor sport.Pada hari ini,selasa 21/8 dia meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di Jalan Jendral Sudirman Jakarta Pusat. Andre J Mamuaya mengalami kecelakaan saat mengendarai motor Ducati 1000 s.Kronologis kejadiannya seperti yang saya kutip dari kompas,, peristiwa itu terjadi pada pukul 09.45 WIB di depan Plaza Central, Jalan Jenderal Sudirman. Sepeda motor Ducati B 5555 XS milik Andre melaju sangat kencang di jalur lambat di jalan itu.

Baca Juga :  Honda Vario Tekhno 125 Facelift 2015,Akselerasinya Lebih Nampol dari Versi Sebelumnya. [Data PRESS RELEASE ]

Di saat yang bersamaan, di depan motor Andre terdapat sebuah mobil Kijang Innova bernomor polisi B 1348 PKP yang dikemudikan Mahendra Tarigan.

“Mobil Innova hendak masuk ke kiri ke dalam gedung Plaza Central, dia udah kasih tanda akan belok. Tapi sepeda motor Ducati justru berusaha menyalip Innova dari arah kiri. Akhirnya, tabrakan tidak bisa dihindarkan.berikut ini gambar motor korban setelah kejadian.Beritanya ada di sini,bro  http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/21/15110483/Kronologi.Tewasnya.Pembalap.Andre.Mamuaya    Mengerikan.., Dan hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian ini tentunya bahwa Maut selalu mengintai siapa saja dan dimanapun di setiap ruas jalan raya.Jalan raya ibarat medan tempur,sekali lengah…  habis…selesai sudah….  Akhirnya saya pribadi mengucapkan bela sungkawa yang mendalam,semoga arwahnya di terima di sisi-Nya,dan keluarga yang di tinggalkan di beri kekuatan iman.  Aamiin…

Baca Juga :  Suzuki GSR250s,Inazuma Bertudung dari China Juga Akan di Jual di Jepang,Indonesia...??
Advertisements

Satu tanggapan untuk “Pembalap itu meninggal di jalan Raya…

  • Agustus 21, 2012 pada 9:04 pm
    Permalink

    turut berduka, andaikan alm mau bersabar dikit..

    Balas
  • Agustus 21, 2012 pada 11:32 pm
    Permalink

    kronologis sangat kencang itu relatif. karena saya tahu betul tentang motor yang digunakan almarhum. Bahkan gw sendiri sudah beberapa kali jajal motor tersebut. Meski analogi Ducati = kencang. tetapi tipe motor yang digunakan merupakan varian Sport Classic. Yaitu motor yang di rancang untuk jalan santai.

    Balas
    • Agustus 22, 2012 pada 6:25 am
      Permalink

      Saya mengerti mbah, bagi orang awam mungkin laju 80 kpj sudah tergolong kencang… Makasih udah mampir..

      Balas
    • Agustus 24, 2012 pada 3:18 pm
      Permalink

      ini pertanyaan harus masuk daftar penyelidikan juga nih, kalau tiba2 belok berarti ???

      Balas
  • Agustus 22, 2012 pada 12:21 pm
    Permalink

    Yang dikatakan di detik.com itu hanya mengutip bulet bulet korlantas, kliatan nggak melihat dilapangan kejadiannya gimana.
    1. Pintu masuk plasa sentral itu kecil, mobil sebesar inova nggak bisa atausulit masuk kalau dari jalur kiri, harus agak kekanan. Makanya daerah ini sering macet tersumbat oleh mobil keluar masuk. Kalau mobil masuk sering bang belakangnya masih dijalan karena harus ambil karcis parkir.
    2. Di sisi kiri jalan itu berderet lubang drainase yang pengerjaannya amburadul karena tedapat cekungan2, motor selalu menghindari ini karena resiko jatuh, motor didaerah ini selalu terpaksa jalan ditengah atau dikanan.
    3. Kalau motor ngebut nyalip dr kiri, pasti banyak kerusakan di sisi mobil mis di pintu, spion.
    4. Perhatikan ban ducati di gambar2 di detik.com tsb, kliatan bekas ngerem di betonan, memang di daerah itu banyak tambalan beton (tau sendirilah kondisi jalan raya kita yang kualitas pengerjaannya amburadul)
    5. Benar atau salah dalam kejadian kecelakaan sudah nggak ada gunanya kalau sudah jatuh korban.

    Keep safety ride, ride with respect and pride 🙂

    Balas
    • Agustus 22, 2012 pada 1:13 pm
      Permalink

      kompas.com, bro.. OK makasih tambahan infonya… salam kenal…

      Balas
    • Agustus 22, 2012 pada 1:39 pm
      Permalink

      sudah dalam proses editing,kok ada ralat..yo wis.. Tak hapus saja yg tadi,bro.. :mrgreen:

      Balas
    • Agustus 22, 2012 pada 3:52 pm
      Permalink

      wooh sedulur lanang teko.. Pinarak mas… Ning lelembute kon mulih wae.. 😆

      Balas
  • Agustus 27, 2012 pada 8:53 am
    Permalink

    Bro, bukannya almarhum adalah s.orang Bos PT. Adaro Energy? Bukan pembalap.

    Balas
    • Agustus 27, 2012 pada 8:56 am
      Permalink

      benar,dia bos tapi juga ber profesi sbg pembalap..di jakarta ban

      Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: